Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran, disebut jadi incaran Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebagai calon mitra dan bahkan pemimpin masa depan Iran. Siapakah Mohammad Ghalibaf yang disebut pihak Iran yang bernegosiasi dengan AS?
Dilansir Al Jazeera, Selasa (24/3/2026), Mohammad Bagher Ghalibaf, ketua parlemen, dilaporkan telah muncul sebagai tokoh sentral dalam negosiasi dengan AS untuk mengakhiri perang melawan Iran.
Lahir di kota Torqabeh di timur laut pada tahun 1961, masa remaja Ghalibaf dibentuk oleh Revolusi Islam 1979 yang dahsyat di Iran.
Sebagai mantan pilot Angkatan Udara Iran, Ghalibaf telah memegang beberapa posisi penting dalam struktur pemerintahan negara, termasuk kepala polisi, wali kota Teheran, dan sejak 2020, ketua parlemen Iran, jabatan yang sebelumnya dipegang oleh Ali Larjani.
Ghalibaf juga beberapa kali mencalonkan diri sebagai presiden namun gagal. Lebih dipandang sebagai seorang garis keras, Ghalibaf berada di urutan ketiga setelah Masoud Pezeshkian dan urutan kedua Saeed Jalili dalam pemilihan 2024.
Meskipun laporan media AS menunjukkan bahwa Ghalibaf adalah orang di Teheran yang ingin diajak bernegosiasi oleh AS, pemimpin senior itu mengatakan "belum ada negosiasi yang dilakukan". Dia juga mengejek taktik perang Trump di media sosial.
Dilansir AFP, Ghalibaf sebelumnya mengatakan pada Senin (23/3), bahwa "tidak ada negosiasi" yang dilakukan dengan Amerika Serikat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pembicaraan sedang berlangsung.
"Tidak ada negosiasi yang dilakukan dengan AS, dan berita palsu digunakan untuk memanipulasi pasar keuangan dan minyak serta menghindari jebakan yang menjebak AS dan Israel," kata Ghalibaf dalam sebuah unggahan di X.
(rfs/imk)





