Keberlanjutan Kuliah dan Karier Atlet Mendapat Dukungan

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS – Negara dituntut hadir dalam mendukung terciptanya ekosistem yang memajukan prestasi atlet di arena kompetisi serta keberlanjutan pendidikan dan karier mereka di masa depan. Karena itu, pengembangan olahraga secara profesional dan akademik disiapkan dengan kolaborasi perguruan tinggi, kementerian/lembaga, dan swasta.

Perguruan tinggi pun dapat menjadi wadah pembinaan “jalur kedua” bagi atlet selain klub. Apalagi, atlet mahasiswa  di usia 18-25 tahun berada di usia emas performa sebagai atlet. Perguruan tinggi dapat mendukung pengembangan atlet mahasiswanya dengan ketersediaan fasilitas laboratorium, pelatih, dan dukungan akademik.

“Kolaborasi perguruan tinggi dengan pemerintah merupakan langkah penting untuk memperkuat ekosistem olahraga nasional dari sisi akademik serta pengembangan sumber daya manusia,” kata Rektor Universitas Indonesia (UI) Heri Hermansyah yang dikutip dari laman resmi UI pada Selasa (24/3/2026).

Baca JugaKetika 118 Atlet Papua Tak Bisa Bersekolah

Lebih lanjut, Heri mengatakan, UI memandang olahraga sebagai bidang yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara akademik maupun profesional. Rencananya, UI akan membuka jalur prestasi bagi atlet nasional peraih medali yang ingin melanjutkan pendidikan di UI. Skema ini diharapkan dapat memberikan akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi atlet berprestasi sekaligus mendukung keberlanjutan karier mereka setelah masa aktif di dunia olahraga.

Dukungan pengembangan pendidikan atlet dan keilmuan olahrga di UI, beberapa waktu lalu dibahas dalam pertemuan Rektor UI dan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir. Pertemuan membahas sejumlah rencana kerja sama strategis dalam pengembangan pendidikan bagi atlet nasional serta penguatan bidang manajemen olahraga di lingkungan UI.

“Kerja sama dengan Kemenpora ini diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi atlet nasional untuk melanjutkan pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kajian manajemen olahraga di Indonesia,” ujar Heri.

Industri olahraga

UI dan Kemenpora membahas rencana pembentukan program studi Manajemen Olahraga. Program ini akan dikembangkan secara komprehensif, tidak hanya dari sisi kurikulum, tetapi juga mencakup dukungan infrastruktur dan penguatan ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri olahraga nasional.

Kolaborasi juga diarahkan pada penguatan kapasitas sumberdaya manusia di bidang olahraga. Tenaga profesional dari Kemenpora dapat terlibat sebagai dosen tamu atau dosen tidak tetap di UI untuk memperkaya perspektif praktis dalam proses pembelajaran. Pegawai Kemenpora juga berkesempatan melanjutkan studi pada jenjang magister dan doktoral di UI.

Baca JugaMenormalkan Prestasi Olahraga Indonesia

Erick mengatakan kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan menjadi dukungan bagi para atlet agar dapat memperoleh kesempatan pendidikan tinggi yang memadai sekaligus mempersiapkan karier profesional setelah pensiun dari dunia olahraga. Hal ini untuk memastikan masa depan atlet Indonesia setelah masa kompetisi.

“Banyak atlet kita yang telah memberikan prestasi luar biasa bagi bangsa. Karena itu, penting bagi negara untuk memastikan mereka memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan dan membangun karier setelah pensiun dari dunia olahraga. Kolaborasi dengan Universitas Indonesia menjadi langkah penting untuk mewujudkan hal tersebut,” kata Erick.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR Karmila Sari menegaskan komitmen Komisi X DPR yang mendukung komitmen pemerintah dan perguruan tinggi membuka akses pendidikan tinggi bagi atlet berprestasi. Dukungan terhadap atlet bukan hanya sebatas pembinaan olahraga, tetapi juga memastikan keberlanjutan pendidikan mereka, baik saat masih dalam masa pembinaan maupun ketika telah meraih prestasi.

“Kami menegaskan agar atlet yang masih berusia muda tetap diberikan akses pendidikan tinggi, baik saat masa pembinaan maupun ketika mereka berprestasi,” kata Karmila.

Karmila mengungkapkan, salah satu program yang telah berjalan yakni kolaborasi antara Kemenpora dan Kementerian Keuangan melalui skema dukungan 100 insan keolahragaan per tahun melalui LPDP. “Penambahan manfaat beasiswa yang tidak hanya mencakup biaya pendidikan dan uang saku, tetapi juga biaya pelatihan serta pertandingan,” ujar Karmila.

Baca JugaPendidikan Jasmani di Sekolah yang Masih Sekadar Ada Jamnya

Karmila mengingatkan, pengembangan olahraga nasional tidak hanya difokuskan pada atlet. Namun, juga menyasar pelatih dan manajemen keolahragaan agar tercipta ekosistem olahraga yang berkelanjutan.

Di ajang Indonesia Sports Summit 2025, Chief Executive Officer (CEO) Indonesian Basketball League Junas Miradiarsyah mengatakan perguruan tinggi berada di lapisan krusial piramida pembinaan atlet nasional. Ada data peningkatan kampus pemberi beasiswa atlet basket dari 8 menjadi lebih dari 20 kampus ketika kompetisi berjalan konsisten.

“Universitas yang memberikan beasiswa mencetak prestasi lebih baik. Ini menunjukkan ekosistem kampus itu nyata dan potensinya besar,” ujar Junas.

Namun, kata Junas, standardisasi pemberian beasiswa serta pendampingan psikologis menjadi pekerjaan rumah. Sebab, menjadi mahasiswa-atlet butuh komitmen ganda yang tidak mudah. Pembinaan bagi mahasiswa atlet harus mencakup aspek mental, nutrisi, biomekanik, hingga coaching ilmiah.

Dikutip dari siniar Kemendiktisantek, Dziththauly Ramadhan, atlet catur yang juga mahasiswa S1 Psikologi di Universitas Gunadarma, mengatakan dirinya tetap dapat optimal menjalani peran sebagai atlet catur dan mahasiswa karena ada dukungan kampus. Ia mendapatkan beasiswa kuliah dari masuk hingga lulus. Termasuk juga, mendapat reward dari kampus saat meraih prestasi.

Perubahan paradigma dari olahraga berbasis bakat menuju olahraga berbasis keilmuan menjadi penting untuk memajukan bidang pendidikan dan keolahragaan Indonesia.

“Saya ingin menjadi grandmaster catur. Saya terus mengasah diri untuk mencapai cita-cita saya dan bersyukur kampus mendukung sehingga tetap bisa lancar berprestasi di kompetisi catur nasional dan internasional,” kata Ramadhan yang juga terlibat sebagai pelatih catur siswa sekolah.

Riset olahraga

Secara terpisah, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan Adziman mengatakan perguruan tinggi dapat menjadi tempat atlet berkembang, membangun karir, dan meraih prestasi. Hingga saat ini, 159 atlet menerima beasiswa penuh mencakup biaya pendidikan dan biaya hidup. Selain itu, ada kebijakan fleksibilitas akademik yang memungkinkan penjadwalan ulang kuliah/ujian, hingga pembelajaran daring saat atlet bertanding di luar negeri.

Pengembangan olahraga juga didukung secara keilmuan dan riset. Apalagi kini berkembang era olahraga presisi.

Baca JugaIlmu Pengetahuan, Basis Pembinaan Olahraga

Menurut Fauzan, perubahan paradigma dari olahraga berbasis bakat menuju olahraga berbasis keilmuan menjadi penting untuk memajukan bidang pendidikan dan keolahragaan Indonesia. Untuk itu, Kemendiktisaintek mendorong integrasi akademik, riset, dan performa atlet sebagai satu sistem.

Pada tahun 2025, dana riset dari Kemendiktisaintek dikucurkan untuk bidang ilmu keolahragaan (sports science). Kemendiktisaintek membuka pendanaan riset hingga Rp 2 miliar per program per tahun, diarahkan untuk studi biomekanika, fisiologi, nutrisi, psikologi olahraga, hingga analisis data dan penggunaan wearable. Laboratorium di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berkembang sebagai pusat unggulan untuk pengembangan atlet presisi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Panas Ekstrem Melanda Wilayah RI, Waka MPR Tegaskan Perlunya Kebijakan Iklim
• 20 jam laludetik.com
thumb
One Way Nasional Arus Balik Resmi Dibuka dari Km 414–70 Arah Jakarta
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
TNI AL Serahkan Jenazah Prajurit Marinir yang Gugur di Maybrat pada Pihak Keluarga
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
MAKI Kirim Satire Penghargaan Jadikan Yaqut Tahanan Rumah, Ini Kata KPK
• 7 menit laludetik.com
thumb
William Saliba Mundur dari Timnas Prancis akibat Cedera Pergelangan Kaki Jelang Laga Uji Coba
• 14 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.