Waka MPR Sebut Opsi Pembelajaran Daring Harus Dipersiapkan secara Matang

detik.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat (Rerie) mengungkapkan opsi pembelajaran daring sebagai salah satu upaya pemerintah untuk menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) harus dipersiapkan secara matang, agar hasil proses belajar mengajar sesuai dengan yang diharapkan.

"Sejumlah langkah teknis yang komprehensif, menyinkronkan kebijakan antarkementerian dan pemerintah daerah harus dilakukan, untuk memastikan tidak ada satu anak pun yang kehilangan hak belajarnya dalam penerapan kebijakan pembelajaran secara daring itu," kata Rerie dalam keterangan tertulis, Selasa (24/3/2026).

Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, pekan lalu, menyatakan bahwa strategi penghematan BBM akan dilakukan antara lain melalui efisiensi operasional gedung perkantoran dan sekolah.

Khusus untuk efisiensi di sekolah atau sektor pendidikan, pemerintah berencana menerapkan kembali metode pembelajaran secara daring yang pernah diterapkan pada masa pandemi Covid-19.

Menurut Rerie, rencana penghematan BBM dengan mengubah metode belajar tersebut harus benar-benar dipahami oleh para pelaksananya di lapangan.

Pengalaman penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi Covid-19, kata Rerie, harus menjadi pelajaran.

Ketika itu, tambah Rerie, sejumlah kendala mengemuka antara lain guru tidak siap menjalankan PJJ, orang tua terbebani dengan metode daring dan akhirnya kualitas belajar murid menurun.

"Jangan sampai kesalahan yang sama berulang. Sehingga penting untuk dipersiapkan secara matang," ujar Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu.

Selain kesiapan SDM, jelas Rerie, kesiapan sarana dan prasarana pendukung terkait infrastruktur digital juga harus dipastikan.

Pada 2025, Kemendikdasmen telah menyalurkan papan interaktif digital (PID), laptop, dan hard disk eksternal kepada 288.865 satuan pendidikan.

Adapun penyaluran perangkat tersebut dilengkapi dengan penyediaan akses internet bagi 8.152 satuan pendidikan, serta layanan listrik untuk 2.389 satuan pendidikan.

Selain itu, Rerie berpendapat bahwa para tenaga pengajar harus dipastikan memiliki keterampilan dalam mengoperasikan dan mengelola sejumlah peralatan tersebut.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap, pemerintah pusat dan daerah, serta masyarakat dapat membangun kolaborasi yang kuat untuk memastikan pelaksanaan PJJ dapat berjalan dengan baik.

"Karena keberlanjutan proses belajar mengajar yang berkualitas bagi setiap anak bangsa sangat penting untuk mewujudkan generasi penerus yang berdaya saing di masa depan," tegas Rerie.




(ega/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
H+3 Lebaran, 47 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Cipali Menuju Jakarta 
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
Makan Terlalu Malam: Apakah Benar Bisa Mengganggu Kesehatan?
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Pengawasan Orang Asing Imigrasi dan Polri: Sinergi atau Tumpang Tindih?
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Bela Islam, Umar bin Khattab tak Kenal Takut
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
BMKG: Lima gempa dangkal guncang Kolaka Timur dan Kendari pada Selasa
• 10 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.