Kecelakaan maut menimpa satu keluarga saat perjalanan kembali ke Karawang. Mobil ELF yang ditumpangi rombongan tersebut diduga mengalami rem blong hingga terbalik saat melintas di Jalan Raya Panjalu-Cikijing, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (23/3) malam.
Salah satu perwakilan keluarga, Ari Syamsul, mengatakan mobil berangkat mudik dari Karawang menuju Tasikmalaya. Kecelakaan terjadi saat perjalanan pulang menuju Karawang. Mobil ELF yang berangkat dari arah Pangandaran tersebut harus berputar arah menuju Majalengka.
Di Majalengka nahas terjadi. Mobil diduga mengalami rem blong sehingga hilang kendali dan terbalik.
“Total penumpang sekitar 20 orang, semuanya satu keluarga. Enam orang meninggal dunia, termasuk sopir,” ujar Ari, Selasa (24/3).
Selain korban tewas, sejumlah penumpang lainnya mengalami luka-luka. Mereka dirawat di beberapa rumah sakit di Majalengka.
Salah satu korban luka ialah seorang kakek. Ia dalam kondisi kritis dan tengah mendapat penanganan intensif di rumah sakit.
Adapun identitas korban meninggal dunia sebagai berikut:
Hasim (sopir)
Entang
Desi
Nurmala
Muhammad Ali Okta
Nanda Nova Nurohman
Seluruh korban ialah warga Warudoyong Selatan.
Kerahkan 8 Unit AmbulansBupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan dirinya mendapat laporan peristiwa kecelakaan yang menimpa warganya sekitar pukul 10.30 WIB. Ia lalu meminta 8 ambulans dikerahkan ke lokasi kejadian.
"Kami langsung meminta ambulans bersama tim medis kita berangkat ke Majalengka untuk membawa warga kita kembali ke rumah. Situasi sekarang masih Lebaran jadi semua orang sibuk. Biar kita juga bantu prosesnya di sana," kata Aep Syaepuloh.
Menurut Aep setelah tim ambulans berangkat, dia juga menghubungi Bupati Majalengka Eman Suherman untuk meminta bantuan pengurusan korban yang meninggal dunia.
"Alhamdulilah saya menghubungi Bupati Majalengka Pak Eman sangat merespons dan membantu semua prosesnya dari rumah sakit hingga kepulangan jenazah" katanya.
Aep mengatakan dia juga sudah meminta BPBD Karawang untuk membantu pemakaman korban.
"Kami minta petugas BPBD segera tanggap bantu warga kita," katanya.





