VIVA – Persib Bandung menjadi tim dengan jumlah penalti terbanyak di Super League musim 2025/2026 hingga pekan ke-25, dengan total 10 hadiah penalti. Namun, hanya 6 dari 10 peluang tersebut yang berhasil dikonversi menjadi gol.
Dari total penalti yang diperoleh, empat di antaranya gagal dimaksimalkan oleh para algojo Persib. Beberapa pemain yang dipercaya sebagai eksekutor tercatat belum mampu menunjukkan konsistensi dalam penyelesaian dari titik putih.
Salah satu pemain yang kerap menjadi algojo adalah Uilliam Barros. Ia tercatat tiga kali mengambil penalti, namun dua di antaranya gagal. Salah satu kegagalan tersebut terjadi saat menghadapi PSIM Yogyakarta pada Agustus 2025.
- persib.co.id
Selain itu, Luciano Guaycochea juga sempat gagal menjalankan tugasnya saat menghadapi Persita Tangerang pada 27 September 2025 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar. Tendangannya berhasil ditepis kiper lawan setelah wasit memberikan penalti usai pengecekan VAR.
Kapten tim, Marc Klok, juga tidak luput dari catatan kegagalan. Ia gagal mengeksekusi penalti saat menghadapi PSIM Yogyakarta. Saat itu tendangannya digagalkan oleh kiper Cahya Supriadi.
Secara keseluruhan, Persib Bandung tetap menjadi tim dengan frekuensi penalti tertinggi di Super League musim ini. Namun, tingkat keberhasilan menunjukkan adanya pekerjaan rumah dalam meningkatkan efektivitas penyelesaian peluang dari titik penalti.
Catatan ini menjadi perhatian penting bagi tim dalam upaya memaksimalkan peluang mencetak gol, terutama di laga-laga krusial yang dapat menentukan hasil akhir pertandingan.





