Lonjakan Harga Minyak Bayangi Ekonomi AS, Gubernur Fed Stephen Miran Tetap Dukung Rate Cut

idxchannel.com
18 jam lalu
Cover Berita

Dia tetap pada pandangannya bahwa pasar tenaga kerja yang mulai melemah membutuhkan lebih banyak pemangkasan suku bunga dari bank sentral.

Lonjakan Harga Minyak Bayangi Ekonomi AS, Gubernur Fed Stephen Miran Tetap Dukung Rate Cut. Foto: AP.

IDXChannel - Gubernur Federal Reserve (The Fed), Stephen Miran, mengatakan masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan bagaimana lonjakan harga minyak akan memengaruhi ekonomi Amerika Serikat (AS). 

Dia tetap pada pandangannya bahwa pasar tenaga kerja yang mulai melemah membutuhkan lebih banyak pemangkasan suku bunga dari bank sentral.

Baca Juga:
Pertimbangkan Inflasi, The Fed Pertahankan Suku Bunga

"Kita harus menunggu semua data masuk sebelum benar-benar mengubah pandangan kita,” kata Miran dalam wawancara dengan Bloomberg TV, Senin (23/3/2026).

Terkait lonjakan harga energi, dia menilai masih terlalu dini untuk memiliki gambaran yang jelas dalam 12 bulan ke depan, periode yang menjadi fokus para pembuat kebijakan moneter.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup dengan Penurunan Tajam Usai The Fed Pertahankan Suku Bunga

Miran mengatakan secara tradisional, guncangan harga minyak seperti ini biasanya diabaikan dalam penentuan kebijakan, yang berarti pandangannya tetap sama, yakni pemangkasan suku bunga secara bertahap.

Mengacu pada pertemuan pekan lalu dan rilis proyeksi terbaru, Miran menyebut dia telah menurunkan ekspektasinya dari enam kali pemangkasan suku bunga tahun ini menjadi empat kali, sebagaimana tercermin dalam pertemuan Federal Open Market Committee, sembari menaikkan perkiraan arah inflasi.

Baca Juga:
The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga, Perang Iran Jadi Sorotan

Pekan lalu, FOMC menahan suku bunga acuan di kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen, dengan mayoritas pejabat hanya memperkirakan satu kali pemangkasan tahun ini. 

Perang AS-Israel dengan Iran membayangi prospek ekonomi, karena lonjakan harga energi berpotensi mendorong inflasi yang sudah berada di atas target 2 persen The Fed, sekaligus menekan permintaan.

Miran menjadi satu-satunya pejabat yang memilih pemangkasan suku bunga dalam pertemuan tersebut. Dia, yang sebelumnya menjabat sebagai gubernur The Fed sambil cuti dari peran penasihat di Gedung Putih era Trump, secara konsisten mendorong pemangkasan suku bunga yang lebih agresif sejalan dengan preferensi Trump, namun tidak diikuti mayoritas pejabat The Fed saat ini.

“Saya pikir pasar tenaga kerja masih membutuhkan dukungan tambahan dari kebijakan moneter, dan itu sebabnya saya berbeda pendapat pada pertemuan terakhir,” ujarnya.

Miran juga mencatat risiko inflasi kini sedikit meningkat, namun risiko pengangguran juga semakin mengkhawatirkan, karena lonjakan harga minyak bukan hanya guncangan sisi penawaran, tetapi juga menekan permintaan.

Dia menambahkan, hal utama yang perlu diperhatikan adalah apakah kenaikan harga minyak mulai mendorong ekspektasi inflasi dan kenaikan upah, yang menurutnya belum terjadi saat ini.

Sementara itu, beberapa pejabat The Fed mulai mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga di masa depan jika lonjakan harga minyak cukup kuat untuk mendorong inflasi lebih tinggi.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Peringatkan AS, Infrastruktur Energi Timur Tengah Bisa Hancur
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Soal Beda Waktu Idul Fitri, Ketua MUI: Jangan Sempitkan Ijtihad dengan Vonis
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Libur Lebaran 2026: Volume Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Masih Tinggi, 57,3 dari Lalin Normal
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Harga Minyak Ambruk 11 Persen Dipicu Sinyal Perundingan AS-Iran
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Halalbihalal Keturunan Aliah Puang Rijoleng di Barru dan Perannya dalam Penyebaran Islam di Sulsel
• 7 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.