jpnn.com, JAKARTA - Sebanyak 15.038 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama (Kemenag) lulus sertifikasi melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Mereka menjadi bagian dari total 97.122 guru binaan Kementerian Agama yang meraih sertifikat pendidik pada PPG angkatan 4 yang prosesnya sudah berlangsung sejak 2025. Capaian ini merupakan hasil dari proses panjang yang dilalui para guru.
BACA JUGA: Guru Besar IPB Dorong Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit Jadi Produk Bernilai Tinggi
“Guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran fundamental, tidak hanya dalam transfer pengetahuan, tetapi juga dalam pembentukan akhlak dan karakter bangsa. Peningkatan kualitas dan kesejahteraan mereka harus menjadi perhatian bersama,” tutur Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno dikutip dari laman Kemenag, Selasa (24/3).
Dia menambahkan, sertifikasi bukan sekadar pengakuan, tetapi amanah.
BACA JUGA: Guru Honorer Gagal PPPK Paruh Waktu Menerima Bantuan, Alhamdulillah
"Guru harus terus belajar, menjadi teladan, dan menghadirkan pembelajaran yang mencerahkan,” imbuhnya.
Menurut Suyitno, Kemenag terus mengakselerasi program sertifikasi guru berbasis PPG yang berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran.
BACA JUGA: Gandeng UMKM Kuliner, Pos Indonesia Hadirkan Paket Pengiriman Rendang
Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama.
“Bagi guru PAI yang telah menempuh seluruh tahapan sertifikasi dengan penuh kesungguhan. Ini kado idulfitri bagi guru dan keluarganya,” sebutnya.
Dia menegaskan bahwa sertifikasi ini tidak hanya berdampak pada pengakuan profesional, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan.
Dengan status tersertifikasi, guru berhak memperoleh tunjangan profesi. Ini diharapkan makin memotivasi guru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran.
Direktur Pendidikan Agama Islam, M. Munir, menambahkan guru PAI memiliki posisi strategis dalam sistem pendidikan nasional.
“Guru PAI berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik. Dengan kompetensi yang makin terstandar melalui sertifikasi, diharapkan kualitas pembelajaran PAI semakin kuat dan relevan,” jelasnya.
Dia juga menyampaikan bahwa program ini tetap menjaga standar mutu. Terdapat 15.038 peserta lulus dan 120 peserta belum lulus.
Bagi yang belum lulus, akan mengikuti kembali sebagai retaker pada sesi ujian tahap berikutnya. Ini menunjukkan bahwa kualitas tetap menjadi prioritas.
Capaian ini sekaligus menegaskan bahwa penguatan pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan nasional. Guru PAI profesional, sejahtera, dan berintegritas diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan nilai dan moral.
Ke depan, Kementerian Agama berharap para guru PAI yang telah tersertifikasi dapat menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan masing-masing memperkuat karakter melalui penguatan keimanan, menghadirkan pembelajaran yang inspiratif, memperkuat nilai moderasi beragama, serta menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. (esy/jpnn)
Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Mesyia Muhammad




