Penulis: Nabila
TVRINews, Banjarmasin
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa penanganan sampah akan sulit berjalan optimal jika budaya pilah sampah belum terbentuk sejak dari level rumah tangga. Hal tersebut disampaikannya dalam agenda silaturahmi bersama Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, serta jajaran Dinas Lingkungan Hidup se-Kalimantan Selatan.
Menteri Hanif menekankan pentingnya konsolidasi dan sinergi antara pemerintah provinsi serta kabupaten dan kota untuk mendorong keberhasilan program pengolahan sampah. Persoalan ini menjadi salah satu komitmen utama Gubernur Muhidin dalam menangani permasalahan lingkungan di wilayah Kalimantan Selatan.
Gubernur Muhidin menyebutkan bahwa pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota akan menggelar pertemuan rutin setiap bulan. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyusun serta menerapkan desain pemilahan dan pengolahan sampah, baik di tingkat rumah tangga maupun lingkungan.
“Arahan dari pak menteri dalam pengelolaan sampah dan lingkungan hidup di Kalimantan Selatan mudahan lebih baik. Kami akan mengagendakan pertemuan dengan pihak-pihak terkait untuk menyusun desain sehingga masyarakat dapat memilah sampah sebelum diambil oleh petugas,” jelas Muhidin, Selasa 24 Maret 2026.
Melalui langkah ini, Kalimantan Selatan diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup, khususnya dalam menjaga komitmen kebersihan wilayah.
Sementara itu, Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup siap memberikan dukungan penuh melalui pendampingan serta evaluasi terhadap program pengelolaan sampah di Kalimantan Selatan.
“Kami antusias dan semangat dengan gerakan dari Bapak Gubernur, semoga bisa menjadikan solusi atas masalah sampah yang dihadapi dan kita dukung sepenuhnya,” ungkap Hanif Faisol.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup juga memaparkan penilaian kinerja pengelolaan sampah di berbagai kabupaten dan kota. Kota Banjarmasin menjadi perhatian khusus karena memiliki volume produksi sampah terbesar dan menjadi barometer di Kalimantan Selatan, sehingga penanganannya diharapkan dapat segera dituntaskan.
Editor: Redaksi TVRINews





