Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah menyiapkan layanan Angkutan Malam Hari (Amari) sebagai langkah strategis dalam mengantisipasi lonjakan pemudik yang kembali ke wilayah Jakarta pada periode arus balik Lebaran 2026. Kebijakan ini diambil untuk memastikan ketersediaan transportasi bagi masyarakat yang tiba di terminal-terminal Jakarta pada dini hari.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyatakan bahwa dalam mengantisipasi lonjakan tersebut, pihaknya telah menyiapkan berbagai aspek mulai dari sarana, prasarana, hingga fasilitas penunjang lainnya. Selain itu, ia memastikan kesiapan operasional di setiap terminal, termasuk penyediaan pos terpadu dan posko kesehatan bagi para pemudik.
Guna mendukung kelancaran mobilitas, Dishub Jakarta memastikan sebanyak 14 koridor Transjakarta akan beroperasi selama 24 jam penuh, terutama pada puncak arus balik. Selain bus Transjakarta, layanan Mikrotrans juga disiapkan untuk beroperasi 24 jam dengan penambahan jumlah armada bus operasional yang disesuaikan dengan target jumlah penumpang yang datang dari luar Jakarta.
"Untuk angkutan malam hari di Jakarta sudah disiapkan. Jadi keseluruhannya untuk 14 koridor Transjakarta ini operasional 24 jam dan juga ditambahkan jumlah bus yang operasional," ujar Syafrin Liputo dalam keterangannya, Selasa 24 Maret 2026.
Selain itu, layanan Mikrotrans juga disiagakan untuk mendukung mobilitas penumpang. Beberapa rute bahkan dioperasikan selama 24 jam, terutama di titik-titik kedatangan penumpang.
"Jadi tidak hanya 14 koridor, tetapi juga ada Mikrotrans. Beberapa Mikrotrans seperti contoh di Kampung Rambutan ini juga operasional 24 jam," jelasnya.
Syafrin menambahkan, arus balik menuju Jakarta mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Lonjakan penumpang tercatat di tujuh terminal, yakni Terminal Pulogebang, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Kalideres, Terminal Tanjung Priok, Terminal Lebak Bulus, Terminal Grogol, dan Terminal Muara Angke.
“Untuk sementara, dari pantauan kemarin dibandingkan kondisi normal, sudah ada sekitar 80 persen peningkatan jumlah penumpang,” kata Syafrin.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan DKI Jakarta, saat ini telah tercatat adanya peningkatan hingga 80 persen pemudik yang kembali ke Jakarta melalui berbagai terminal, salah satunya di Terminal Kampung Rambutan. Adapun puncak arus balik di terminal-terminal wilayah Jakarta diprediksi terjadi pada hari ini, Selasa, 24 Maret 2026.
Pihak Dishub DKI Jakarta turut memberikan imbauan kepada masyarakat yang baru kembali dari kampung halaman agar tetap menggunakan layanan angkutan umum yang resmi. Hal ini sangat ditekankan guna mencegah potensi tindakan kriminalitas serta menjaga keamanan penumpang.
"Masyarakat diimbau tetap menggunakan layanan angkutan umum resmi untuk mencegah potensi kriminalitas. Selain itu, masyarakat diingatkan selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan serta keamanan," pungkas Syafrin.
Editor: Redaksi TVRINews





