Soroti Wacana Pembelajaran Daring Anak Sekolah, Waka MPR Berkomentar Begini

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyoroti wacana pembelajaran daring anak sekolah untuk menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Menurut dia, pemerintah harus mempersiapkan secara matang agar hasil proses belajar mengajar sesuai dengan yang diharapkan.

BACA JUGA: Website tentang Covid-19 Milik Pemprov Jatim Diretas, Hacker Beralasan tidak Suka Pembelajaran Daring

"Sejumlah langkah teknis yang komprehensif, menyinkronkan kebijakan antarkementerian dan pemerintah daerah harus dilakukan, untuk memastikan tidak ada satu anak pun yang kehilangan hak belajarnya dalam penerapan kebijakan pembelajaran secara daring itu," kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/3).

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, pekan lalu, menyatakan bahwa strategi penghematan BBM akan dilakukan antara lain melalui efisiensi operasional gedung perkantoran dan sekolah.

BACA JUGA: Kedekatan Orang Tua dan Anak Kunci Keberhasilan Pembelajaran Daring

Khusus untuk efisiensi di sekolah atau sektor pendidikan, pemerintah berencana menerapkan kembali metode pembelajaran secara daring yang pernah diterapkan pada masa pandemi Covid-19.

Menurut Lestari, rencana penghematan BBM dengan mengubah metode belajar tersebut harus benar-benar dipahami oleh para pelaksananya di lapangan.

BACA JUGA: Edufecta Jadi Sistem Pembelajaran Daring Kampus Swasta Indonesia

"Pengalaman penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi Covid-19 harus menjadi pelajaran," ujar Rerie, sapaan akrab Lestari.

Dia menambahkan sejumlah kendala mengemuka antara lain guru tidak siap menjalankan PJJ, orang tua terbebani dengan metode daring dan akhirnya kualitas belajar murid menurun.

"Jangan sampai kesalahan yang sama berulang. Sehingga penting untuk dipersiapkan secara matang," ujar Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu.

Selain kesiapan SDM, jelas Rerie, kesiapan sarana dan prasarana pendukung terkait infrastruktur digital juga harus dipastikan.

Pada 2025, Kemendikdasmen telah menyalurkan papan interaktif digital (PID), laptop, dan hard disk eksternal kepada 288.865 satuan pendidikan.

Penyaluran perangkat tersebut dilengkapi dengan penyediaan akses internet bagi 8.152 satuan pendidikan, serta layanan listrik untuk 2.389 satuan pendidikan.

Rerie berpendapat bahwa para tenaga pengajar harus dipastikan memiliki keterampilan dalam mengoperasikan dan mengelola sejumlah peralatan tersebut.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap, pemerintah pusat dan daerah, serta masyarakat dapat membangun kolaborasi yang kuat untuk memastikan pelaksanaan PJJ dapat berjalan dengan baik.

Oleh karena itu, tegas Rerie, keberlanjutan proses belajar mengajar yang berkualitas bagi setiap anak bangsa sangat penting untuk mewujudkan generasi penerus yang berdaya saing di masa depan. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pembelajaran Daring, Bukan Pemberian Tugas Secara Online


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, JPNN.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Reuni Alumni IMM Unhas 2026 Jadi Momentum Reformulasi Strategi dan Penguatan Eksistensi
• 14 jam laluharianfajar
thumb
John Herdman Bongkar Alasan Panggil Elkan Baggott ke Timnas Indonesia
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Menhub Prediksi 283 Ribu Kendaraan Memasuki Jakarta pada Puncak Arus Balik Lebaran 2026
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
[FULL] Ekonomi INDEF & Praktisi HI Soal Trump Tunda Serangan ke Iran, Sinyal Perang Reda?
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Arus Balik Lebaran Mulai Padati Pantura Cirebon, 8.000 Kendaraan Mengarah ke Jakarta
• 20 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.