JAKARTA, KOMPAS.com - Hiruk-pikuk arus balik mulai terasa di Terminal Bus Kalideres, Jakarta Barat, pada H+3 Lebaran, Selasa (24/3/2026).
Di tengah gelombang warga yang kembali beraktivitas, sebagian lainnya justru baru memulai perjalanan pulang kampung setelah Hari Raya Idul Fitri.
Salah satunya Manto (56), pedagang mainan anak di kawasan Kota Tua, yang memilih menunda mudik demi memanfaatkan momen libur Lebaran sebagai ladang rezeki.
“Ini baru mau pulang ke kampung. Kemarin-kemarin belum bisa kumpul keluarga soalnya masih harus cari rezeki dulu di Jakarta,” kata Manto saat ditemui Kompas.com di Terminal Kalideres.
Baca juga: Waspada Macet! Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Terjadi 2 Kali, Ini Jadwalnya
Tahan Rindu Demi Penghasilan Saat LebaranManto mengaku sengaja menunda kepulangannya ke Batang, Jawa Tengah, karena tingginya jumlah pengunjung di kawasan Kota Tua selama libur Lebaran.
Menurut dia, momen tersebut menjadi waktu paling ramai dalam setahun bagi pedagang kecil seperti dirinya.
“Pas hari H sampai beberapa hari itu (Kota Tua) lagi ramai-ramainya. Alhamdulillah lumayan laris. Makanya saya tahan-tahanin dulu,” ujar Manto.
Ia menyebut, banyak keluarga yang datang berwisata bersama anak-anak, sehingga dagangan mainannya laris dibeli pengunjung.
Baca juga: Puncak Arus Balik di Terminal Bekasi Bakal Terjadi 2 Kali, Catat Tanggalnya
Pulang Setelah Cukup Bawa Uang untuk KeluargaMeski rindu kampung halaman, Manto mengaku memilih bertahan di Jakarta hingga merasa memiliki cukup uang untuk dibawa pulang, termasuk untuk dibagikan kepada keluarga.
Ia mengaku tidak ingin pulang dengan tangan kosong, terutama untuk memberikan uang kepada keponakannya saat Lebaran.
“Istri saya juga dagang warteg, kemarin pas Lebaran masih buka. Namanya cari uang kan, habis ini baru berangkat,” kata dia.
Baca juga: Arus Balik Lebaran 2026 di Tangerang Mulai Meningkat, Puncak Diprediksi 25 Maret
Pilih Mudik Belakangan, Tiket Lebih MudahSetelah penghasilan dirasa cukup, Manto dan istrinya akhirnya berangkat pulang. Ia juga merasakan keuntungan lain dari mudik setelah Lebaran, yakni perjalanan yang lebih lancar.
“Tiketnya juga gampang carinya dan enggak terlalu uyel-uyelan (berdesakan),” ujarnya.
Manto berencana menghabiskan waktu sekitar satu minggu di kampung halamannya untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




