JAKARTA - LRT Jabodebek mencatat peningkatan jumlah penumpang selama periode libur Lebaran 1447 Hijriah. Moda ini dimanfaatkan warga untuk perjalanan silaturahmi hingga mengunjungi sejumlah lokasi wisata di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.
Data operasional pada 21–23 Maret 2026 menunjukkan sejumlah stasiun dengan konektivitas tinggi menjadi titik paling ramai. Stasiun Dukuh Atas mencatat 30.086 penumpang naik dan 32.599 penumpang turun. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan stasiun lainnya.
Stasiun Harjamukti menyusul dengan 19.237 penumpang naik dan 19.330 turun. Sementara itu, Stasiun Cikoko mencatat 14.693 penumpang naik dan 13.891 turun, diikuti Bekasi Barat dengan 14.552 penumpang naik dan 15.366 turun.
Volume penumpang juga terlihat di Stasiun Jatimulya (11.132 naik, 11.156 turun) dan Stasiun TMII (8.679 naik, 8.346 turun). Adapun Stasiun Cawang, Jatibening Baru, Rasuna Said, dan Kampung Rambutan mencatat pergerakan penumpang yang relatif stabil.
Tingginya aktivitas di sejumlah stasiun tersebut berkaitan dengan posisi LRT Jabodebek yang terhubung dengan berbagai moda lain. Integrasi dengan KRL Commuter Line, MRT Jakarta, TransJakarta, hingga layanan kereta cepat mempermudah perpindahan antarmoda, terutama di titik-titik simpul seperti Dukuh Atas dan Cawang.




