Dampak Lanjutan dari Uji Coba Nuklir Korea Utara? Tingkat Mutasi Kromosom di Antara Para Pembelot Korea Utara Terungkap

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Unifikasi Korea Selatan merilis data terbaru yang menunjukkan bahwa sekitar seperempat pembelot Korea Utara dari wilayah sekitar lokasi uji coba nuklir Punggye-ri mengalami mutasi kromosom. Para ahli menilai hal ini kemungkinan berkaitan dengan paparan jangka panjang terhadap zat radioaktif.

Menurut laporan Yonhap News Agency, pada tahun 2024, Pusat Penanganan Darurat Radiasi Nasional di bawah Korea Institute of Radiological and Medical Sciences melakukan pengujian paparan radiasi terhadap 35 pembelot dari delapan kota dan kabupaten di sekitar Punggye-ri. Hasilnya menunjukkan bahwa 12 orang mengalami dugaan mutasi kromosom terkait radiasi, dengan proporsi mendekati sepertiga.

Punggye-ri merupakan satu-satunya lokasi uji coba nuklir yang diakui secara resmi oleh Korea Utara. Sejak tahun 2006, Korea Utara telah melakukan enam kali uji coba nuklir bawah tanah di sana. 

Lokasi ini berada di wilayah pegunungan granit di Provinsi Hamgyong Utara, dekat perbatasan Tiongkok–Korea Utara, dengan kondisi geografis yang tersembunyi dan menjadi pusat utama program uji coba nuklir negara tersebut.

Dalam pengujian serupa tahun sebelumnya, dari 59 orang yang diperiksa, 15 orang menunjukkan kelainan kromosom. Secara statistik, dari tahun 2023 hingga 2025, sebanyak 174 pembelot telah menjalani pemeriksaan, dan 44 di antaranya ditemukan memiliki kelainan, dengan tingkat sekitar 25%.

Pengujian ini terutama dilakukan dengan menganalisis tingkat aberasi kromosom dalam tubuh untuk menilai akumulasi paparan radiasi pada individu. Hingga saat ini, belum ada peserta yang didiagnosis menderita kanker terkait paparan radiasi.

Penelitian ini merupakan bagian dari program survei kesehatan pembelot yang diluncurkan oleh Kementerian Unifikasi Korea Selatan sejak tahun 2023. Hingga kini, sekitar 800 pembelot dari wilayah sekitar lokasi uji coba nuklir telah tiba di Korea Selatan.

Pihak Korea Institute of Radiological and Medical Sciences menyatakan bahwa mengaitkan kelainan kromosom ini dengan paparan radiasi dari uji coba nuklir merupakan “kecurigaan yang masuk akal”, serta menekankan perlunya pemantauan jangka panjang.

Secara historis, peningkatan aberasi kromosom seiring dengan dosis radiasi juga telah diamati pada korban selamat pengeboman atom Hiroshima dan pengeboman atom Nagasaki, serta para pekerja yang terlibat dalam penanganan bencana kecelakaan nuklir Chernobyl. Pihak Korea Selatan menilai bahwa munculnya kondisi serupa pada warga di sekitar Punggye-ri bukanlah hal yang mengejutkan. (Hui)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bikin Macet, Jasa Marga: 21.000 Kendaraan Kurang Saldo e-Toll saat Mudik
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Dispensasi Perpanjangan SIM Mati Saat Lebaran Berlaku Hingga 31 Maret
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
AS-Iran Tensi Tinggi, RI Tumbuh Tinggi
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Elon Musk Didepak Lagi dari Afrika, Starlink Resmi Dilarang Beroperasi
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pemilik Warung Karaoke di Jalur Pantura Ditemukan Tewas Dengan Luka di Tubuh | BORGOL
• 9 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.