Sosok Kunci Iran Tewas Diserang AS-Israel, Jenderal IRGC Ambil Alih Peran Strategis di Balik Negosiasi

viva.co.id
16 jam lalu
Cover Berita

Teheran, VIVA – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memasuki fase berbahaya setelah serangan udara yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel menewaskan salah satu tokoh penting keamanan nasional Iran. Peristiwa ini bukan hanya memperkeruh konflik kawasan, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas global, termasuk sektor energi dan ekonomi dunia yang sangat sensitif terhadap dinamika di kawasan tersebut.

Pemerintah Iran bergerak cepat mengisi kekosongan strategis tersebut. Presiden Masoud Pezeshkian melalui jajarannya resmi menunjuk Mohammad Bagher Zolghadr sebagai pengganti Ali Larijani di posisi Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC). Pengumuman ini disampaikan oleh deputi komunikasi presiden melalui platform X pada Selasa, 24 Maret 2026 waktu setempat.

Baca Juga :
Serangan AS-Israel Rusak 114 Situs Budaya di Iran
Pedas! Presiden Jerman Kritik Trump, Sebut Perang Iran Kesalahan Besar yang Bawa Bencana

SNSC merupakan institusi vital yang mengoordinasikan kebijakan keamanan dan luar negeri Iran. Dewan ini dipimpin langsung oleh presiden dan diisi oleh para petinggi militer, intelijen, serta perwakilan dari pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.

Pengamat menilai penunjukan Zolghadr menunjukkan arah baru dalam struktur kekuasaan Iran. Al Jazeera dalam laporannya menyebut bahwa keputusan ini mengindikasikan upaya memperkuat dominasi militer dalam pengambilan kebijakan strategis.

Laporan Al Jazeera menilai bahwa penunjukan Zolghadr mencerminkan upaya kepemimpinan Iran untuk memperkuat unsur militer dalam struktur keamanan nasional. Media tersebut juga menyoroti bahwa setiap proses negosiasi ke depan kemungkinan besar harus melalui persetujuan Zolghadr sebelum keputusan dapat disahkan.

Latar Belakang Militer Kuat

Zolghadr bukan sosok baru di lingkar kekuasaan Iran. Ia memiliki rekam jejak panjang di Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), pasukan elite yang memiliki pengaruh besar dalam politik dan keamanan negara tersebut.

Karier militernya dimulai sejak perang Iran-Irak pada era 1980-an. Setelah itu, ia menanjak menjadi Kepala Staf Gabungan IRGC selama delapan tahun, sebelum menjabat Wakil Panglima selama periode yang sama.

Pada 2005, di era Presiden Mahmoud Ahmadinejad, Zolghadr ditunjuk sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri bidang keamanan dan kepolisian. Penunjukan tersebut kala itu dianggap sebagai langkah memperkuat pengaruh IRGC dalam ranah politik sipil.

Sejak 2023, ia juga menjabat sebagai Sekretaris Dewan Kebijakan (Expediency Council), lembaga strategis yang berperan sebagai penengah dalam konflik kebijakan antar lembaga negara dan penasihat bagi pemimpin tertinggi Iran.

Baca Juga :
Irak Tolak Bergabung dalam Operasi di Selat Hormuz
PM Jepang Janji Bakal Tempuh Semua Upaya Diplomatik di Selat Hormuz
Israel Klaim Hantam 4 Markas IRGC di Teheran, Iran Balas dengan Serangan Rudal Beruntun

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menhub dan Seskab Cek Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Terminal Pulo Gebang, Penumpang Akui Lancar
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Bursa Asia Kinclong Respons Klaim Trump Soal Sinyal Damai AS-Iran
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Ukraina Sebut Rusia Tembakkan Hampir 1.000 Drone dalam 24 Jam Terakhir
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Batalkan Opsi Belajar dari Rumah, Sekolah Tetap Tatap Muka
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kasatgas PRR Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatera lewat Kolaborasi Antardaerah
• 2 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.