VIVA – Kepergian pemain besar selalu meninggalkan lubang yang sulit ditutup. Apalagi jika sosok tersebut bukan sekadar bintang, melainkan ikon yang melekat dengan identitas klub. Itulah yang kini tengah dirasakan publik Anfield setelah Mohamed Salah dipastikan akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim ini.
Kabar ini diumumkan langsung oleh klub pada Selasa, 24 Maret 2024, menandai berakhirnya perjalanan Mohamed Salah selama sembilan tahun bersama The Reds. Keputusan ini mengejutkan, karena kontraknya sejatinya masih berlaku hingga 2027 setelah perpanjangan musim lalu.
Liverpool menyebut keputusan ini diambil atas dasar kesepakatan bersama. Salah sendiri ingin mengumumkannya lebih awal sebagai bentuk penghormatan kepada para suporter. Dalam pernyataan yang ia unggah, Salah tidak menyembunyikan emosinya. Ia menyadari bahwa momen ini menjadi salah satu titik paling berat dalam kariernya.
“Sayangnya hari itu akhirnya datang,” ujar Salah melalui laman X pribadinya.
“Saya tidak pernah membayangkan klub ini, kota ini, dan orang-orang di dalamnya akan menjadi bagian yang begitu dalam dalam hidup saya. Liverpool bukan sekadar klub sepak bola. Ini adalah gairah, sejarah, dan jiwa,” lanjutnya.
- X @MoSalah
Ucapan itu sekaligus menegaskan kuatnya ikatan Salah dengan Liverpool, klub yang ia anggap sebagai rumah selama hampir satu dekade terakhir.
Didatangkan dari AS Roma pada 2017, Salah menjelma menjadi salah satu pemain terbaik dalam sejarah klub. Statistiknya berbicara lantang: 255 gol dari 435 pertandingan, menjadikannya pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang masa Liverpool.
Tak hanya itu, ia juga berperan besar dalam berbagai kesuksesan tim, mulai dari dua gelar Premier League, Liga Champions, hingga trofi domestik lainnya. Secara individu, Salah bahkan empat kali menyabet gelar top skor liga Inggris.
Namun, musim ini menjadi cerita yang berbeda. Performa yang menurun serta sempat tersingkir dari skuad utama membuat situasi internal memanas. Dalam salah satu kesempatan, Salah sempat mengungkapkan kekecewaannya.
“Saya rasa sangat jelas ada seseorang yang ingin saya menanggung semua kesalahan,” ujarnya.
Meski belakangan kembali mendapat kepercayaan dari pelatih Arne Slot, Salah belum mampu sepenuhnya kembali ke performa terbaiknya. Saat ini, Salah tengah dibekap cedera. Meski demikian, Liverpool menegaskan bahwa sang pemain tetap berkomitmen memberikan yang terbaik hingga akhir musim.





