Kepala Staf Presiden M. Qodari menyatakan program revitalisasi sekolah tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga mendorong pergerakan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi pembangunan.
"Program Revitalisasi dilaksanakan secara swakelola pada tingkat satuan pendidikan dengan melibatkan masyarakat sekitar. Pelaksanaan ini membuka peluang kerja-mulai dari tenaga bangunan, mandor, pengawas proyek, hingga penyedia jasa logistik sehingga berdampak pada pemberdayaan masyarakat, pergerakan UMKM, dan penguatan perekonomian daerah," kata Qodari dalam konferensi pers di Kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (25/3).
Buka Lapangan KerjaQodari menjelaskan program tersebut membuka peluang kerja bagi warga sekitar, mulai dari tenaga konstruksi hingga pelaku usaha lokal.
Salah satu penerima manfaat adalah Saiful Anam (45), warga Poponcol Kidul, Karawang, yang kembali bekerja setelah sempat menganggur selama 7 bulan.
"Salah satu warga yang merasakan langsung dampak positif program ini adalah Saiful Anam (45), warga Poponcol Kidul, Karawang. Setelah tujuh bulan menganggur, Saiful bisa kembali bekerja sebagai buruh dalam proyek pembangunan SDN Karawang Kulon III," ujarnya.
Dampak serupa juga dirasakan di daerah lain. Di Makassar, puluhan pekerja terlibat dalam proyek revitalisasi sekolah.
"Manfaat ekonomi juga dirasakan oleh Junaedi Danggala, yang selama hampir dua bulan bersama sekitar 30 pekerja lainnya terlibat dalam revitalisasi di SLB Negeri 2 Makassar, Sulawesi Selatan. Sebagai pekerja bangunan, Junaedi menerima upah Rp 150.000 per hari yang dibayarkan setiap minggu dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta biaya sekolah anaknya," terang dia.
Sudah Menjangkau 16 Ribu SekolahQodari menyebut program revitalisasi sekolah telah dilaksanakan secara luas di berbagai daerah.
"Program Revitalisasi Sekolah telah diberikan ke 16.167 sekolah di tahun 2025. Hingga 11 Maret 2026, sebanyak 16.062 sekolah telah menyelesaikan pembangunan dan masih terdapat 105 satuan pendidikan yang masih berproses untuk menuntaskan pembangunan fisik," tandas dia.




