Kecelakaan Elf Maut di Majalengka: 6 Orang Tewas, Diduga Sopir Mengantuk

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Kecelakaan maut menimpa mobil Elf yang ditumpangi rombongan keluarga saat melintas di Jalan Raya Panjalu-Cikijing, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (23/3) malam. Enam orang tewas dalam insiden tersebut.

Berikut yang sejauh ini diketahui mengenai kecelakaan itu:

Satu Keluarga Turut Jadi Korban

Salah satu perwakilan keluarga, Ari Syamsul, mengatakan mobil berangkat mudik dari Karawang menuju Tasikmalaya. Kecelakaan terjadi saat perjalanan pulang menuju Karawang.

Mobil elf yang berangkat dari arah Pangandaran tersebut harus berputar arah menuju Majalengka. Di Majalengka insiden nahas itu terjadi.

“Total penumpang sekitar 20 orang, semuanya satu keluarga. Enam orang meninggal dunia, termasuk sopir,” ujar Ari, Selasa (24/3).

Selain korban tewas, sejumlah penumpang lainnya mengalami luka-luka. Mereka dirawat di beberapa rumah sakit di Majalengka.

Salah satu korban luka ialah seorang kakek. Ia dalam kondisi kritis dan tengah mendapat penanganan intensif di rumah sakit.

Identitas KorbanDiduga Sopir Mengantuk

Kasat Lantas AKP Pandu Surya Renata mengungkap penyebab kecelakaan itu.

"Kondisi jalan saat itu licin. Pengemudi diduga dalam kondisi mengantuk dan kelelahan, sehingga kendaraan oleng ke sebelah kanan dan masuk ke dalam parit," jelas Pandu.

Kecelakaan bermula saat kendaraan melaju dari arah Panjalu menuju Cikijing. Saat melintasi lokasi kejadian di Blok Maniis Tonggoh yang memiliki kontur jalan menurun dan tikungan tajam, kendaraan diduga hilang kendali.

‎"Mobil tersebut kemudian terguling dengan posisi akhir roda berada di atas," ujarnya.

Cerita Korban Selamat

Salah satu korban selamat, ‎‎Ratna Wulan, menceritakan detik-detik sebelum kecelakaan ini terjadi. ‎‎Ratna menjelaskan bahwa perjalanan rombongannya dimulai sejak Minggu (22/3) pagi untuk agenda ziarah ke Ciamis dan wisata ke Pangandaran.

Ia mengatakan penumpang Elf sebetulnya telah menyarankan sopir agar beristirahat terlebih dahulu.

‎‎"Tadinya disuruh istirahat dulu karena [sopir] belum sempat istirahat. Tapi sopirnya mau langsung pulang karena mobilnya sudah ada yang nyarter lagi," kata Ratna saat ditemui di RSUD Cideres.

Kata Ratna, kondisi jalan saat itu baru saja diguyur hujan sehingga diduga menjadi licin. Menurut dia, saat itu saat sebagian besar penumpang terlelap karena kelelahan.

‎‎"Nenek sempat teriak bilang hati-hati, jangan bawa mobil kencang-kencang. Abah juga bilang pelan saja jangan ngebut," ujarnya.

Kemudian pada pukul 23.05 WIB, kecelakaan itu pun terjadi. ‎‎Ratna mengaku tak mengingat detail saat terjadinya kecelakaan sebab ia langsung kehilangan kesadaran usai terbentur.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jasa Marga: 1,7 juta kendaraan kembali ke Jabotabek H+2 Idulfitri 2026
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Toprak Razgatlioglu Mulai Frustrasi, Masalah Lama Yamaha Kembali Jadi Biang Kerok di MotoGP Brasil
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Tanda Tanya Besar bagi KPK Beri Yaqut Keistimewaan
• 8 jam laludetik.com
thumb
Kemenkes Imbau Pemudik Istirahat Tiap 3 Jam saat Arus Balik Lebaran
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Menkomdigi Pastikan Internet dan Telekomunikasi Selama Mudik Lebaran 2026 Lancar
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.