Toprak Razgatlioglu Mulai Frustrasi, Masalah Lama Yamaha Kembali Jadi Biang Kerok di MotoGP Brasil

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Goiania, VIVA – Pembalap Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu, mulai mengungkap masalah besar yang masih menghantui motor Yamaha setelah menjalani balapan MotoGP Brasil yang digelar di Sirkuit Goiania, Brasil. Bukan soal mesin kurang kencang, melainkan masalah lama yang belum juga terselesaikan.

Balapan yang berlangsung di Sirkuit Goiania itu sebenarnya diawali cukup baik oleh Toprak. Dalam kondisi lintasan yang berubah-ubah pada hari Jumat, ia tampil kompetitif dan berhasil menembus sesi Q2 untuk pertama kalinya. Namun performanya menurun saat kualifikasi dan ia harus memulai balapan dari posisi ke-12 di grid.

Baca Juga :
Pengakuan Pahit Fabio Quartararo: Motor Baru Yamaha M1 Bermesin V4 Tak Punya Kelebihan Sama Sekali
MotoGP Resmi Tunda GP Qatar Akibat Konflik Timur Tengah, Jadwal Akhir Musim Berubah Total

Dalam Sprint Race hingga balapan utama, performa Toprak justru terus merosot. Ia bahkan hanya mampu finis di posisi ke-17 pada balapan utama, hanya berada di depan Maverick Vinales.

Usai balapan, Toprak menjelaskan bahwa balapan hari Minggu sebenarnya lebih baik dibanding Sprint Race. Namun masalah utama Yamaha kembali muncul, yakni traksi ban belakang yang lemah saat keluar tikungan.

Toprak Razgatlioglu
Photo :
  • Instagram @toprakrazgatlioglu7

Menurut Toprak, setiap kali membuka gas, ban belakang terlalu mudah selip sehingga ia kehilangan banyak waktu di area akselerasi. Ia menyebut motor pabrikan lain memiliki grip yang jauh lebih baik dibanding Yamaha, terutama saat keluar tikungan.

Masalah ini bukan hal baru bagi Yamaha di MotoGP. Sejak era penggunaan ban Michelin dan perangkat elektronik standar diberlakukan, motor Yamaha memang dikenal sering kalah dalam hal traksi dan akselerasi dibanding rival seperti Ducati dan KTM.

Dalam balapan di Goiania, Toprak sempat lama berada di belakang sesama pembalap Yamaha, Fabio Quartararo. Ia merasa cukup kuat saat memasuki tikungan dan bahkan bisa mendekat di beberapa sektor. Namun setiap masuk area akselerasi, Quartararo selalu lebih cepat meninggalkannya.

Toprak menduga perbedaan tersebut bisa berasal dari manajemen ban yang lebih baik atau setelan motor yang berbeda. Quartararo dinilai sangat efektif saat berakselerasi, terutama di tikungan 12 dan tikungan terakhir yang menjadi titik krusial di sirkuit tersebut.

Kesalahan kemudian terjadi di tikungan pertama ketika Toprak melebar dari racing line dan kehilangan kontak dengan rombongan di depannya. Sejak saat itu ia harus balapan sendirian tanpa patokan waktu dari pembalap lain, yang membuat ritmenya semakin sulit dijaga.

Baca Juga :
Marc Marquez Bicara Pensiun dari MotoGP, Asal Satu Syarat Ini Terpenuhi
Debut Pahit Toprak di MotoGP 2026, Yamaha V4 Keteteran di Thailand? Data Ini Bicara Jujur
Debut MotoGP Berujung Crash, Toprak Razgatlioglu Bongkar Biang Masalah di Tikungan Terakhir Buriram

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apakah Investasi Emas Digital Aman? Cek Aturannya di Sini
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polisi Tangkap 3 Pembobol Rumah Kosong Ditinggal Mudik di Cimahi | KOMPAS MALAM
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Pelatih Herdman antusias siapkan timnas hadapi FIFA Series 2026
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
AS Kirim Pasukan Elite ke Timur Tengah
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Filipina Umumkan Darurat Energi Nasional Buntut Serangan AS-Israel ke Iran
• 19 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.