Goiania, VIVA – Pembalap Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu, mulai mengungkap masalah besar yang masih menghantui motor Yamaha setelah menjalani balapan MotoGP Brasil yang digelar di Sirkuit Goiania, Brasil. Bukan soal mesin kurang kencang, melainkan masalah lama yang belum juga terselesaikan.
Balapan yang berlangsung di Sirkuit Goiania itu sebenarnya diawali cukup baik oleh Toprak. Dalam kondisi lintasan yang berubah-ubah pada hari Jumat, ia tampil kompetitif dan berhasil menembus sesi Q2 untuk pertama kalinya. Namun performanya menurun saat kualifikasi dan ia harus memulai balapan dari posisi ke-12 di grid.
Dalam Sprint Race hingga balapan utama, performa Toprak justru terus merosot. Ia bahkan hanya mampu finis di posisi ke-17 pada balapan utama, hanya berada di depan Maverick Vinales.
Usai balapan, Toprak menjelaskan bahwa balapan hari Minggu sebenarnya lebih baik dibanding Sprint Race. Namun masalah utama Yamaha kembali muncul, yakni traksi ban belakang yang lemah saat keluar tikungan.
- Instagram @toprakrazgatlioglu7
Menurut Toprak, setiap kali membuka gas, ban belakang terlalu mudah selip sehingga ia kehilangan banyak waktu di area akselerasi. Ia menyebut motor pabrikan lain memiliki grip yang jauh lebih baik dibanding Yamaha, terutama saat keluar tikungan.
Masalah ini bukan hal baru bagi Yamaha di MotoGP. Sejak era penggunaan ban Michelin dan perangkat elektronik standar diberlakukan, motor Yamaha memang dikenal sering kalah dalam hal traksi dan akselerasi dibanding rival seperti Ducati dan KTM.
Dalam balapan di Goiania, Toprak sempat lama berada di belakang sesama pembalap Yamaha, Fabio Quartararo. Ia merasa cukup kuat saat memasuki tikungan dan bahkan bisa mendekat di beberapa sektor. Namun setiap masuk area akselerasi, Quartararo selalu lebih cepat meninggalkannya.
Toprak menduga perbedaan tersebut bisa berasal dari manajemen ban yang lebih baik atau setelan motor yang berbeda. Quartararo dinilai sangat efektif saat berakselerasi, terutama di tikungan 12 dan tikungan terakhir yang menjadi titik krusial di sirkuit tersebut.
Kesalahan kemudian terjadi di tikungan pertama ketika Toprak melebar dari racing line dan kehilangan kontak dengan rombongan di depannya. Sejak saat itu ia harus balapan sendirian tanpa patokan waktu dari pembalap lain, yang membuat ritmenya semakin sulit dijaga.





