Jakarta, VIVA – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meninjau arus balik Lebaran 1447 Hijriah di Terminal Bus Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur pada Rabu, 25 Maret 2026 dini hari.
Peninjauan ini untuk memastikan arus balik Lebaran berlangsung aman, tertib, dan lancar.
"Tadi pagi ini, jam 2 kurang sedikit, saya diundang Pak Menteri Perhubungan Pak Budy Purwagandhi untuk mengecek Terminal Pulo Gebang," kata Seskab Teddy kepada wartawan di Terminal Pulo Gebang Jakarta.
Ia mengungkapkan telah berada di lokasi sejak dini hari dan melihat langsung aktivitas penumpang serta pergerakan bus yang terus berdatangan membawa penumpang pada arus balik dari berbagai daerah.
Selama peninjauan, Teddy juga berinteraksi dengan banyak penumpang untuk memastikan kondisi perjalanan mereka, termasuk mengecek langsung kelancaran arus dan kenyamanan selama perjalanan arus balik Lebaran.
Menurutnya, hasil pemantauan menunjukkan kondisi arus balik berjalan lancar tanpa kendala signifikan, serta berbagai potensi hambatan yang muncul dapat ditangani dengan baik oleh petugas di lapangan.
Menurut Teddy penumpang yang ditemui di terminal mengaku perjalanan mereka relatif lancar, tanpa hambatan berarti sepanjang perjalanan menuju Jakarta selama periode arus balik berlangsung.
"Ya alhamdulillah tadi juga kita tanya langsung ke penumpang, alhamdulillah lancar dan sepanjang jalan tidak ada yang signifikan," ujar Teddy.
- Instagram.com/sekretariat.kabinet
"Ada beberapa kemacetan sedikit tapi secara normal di rest area ataupun tadi ada beberapa kecelakaan sedikit, tapi secara keseluruhan alhamdulillah puncak arus mudik yang tanggal 24-25 (Maret) ini berjalan lancar, ya seperti harapan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) dan kita semua," tambah Teddy.
Ia mengapresiasi kerja sama Kementerian Perhubungan dan Kepolisian dalam menjaga kelancaran arus balik, sehingga puncak pergerakan pada 24 hingga 25 Maret dapat berjalan sesuai harapan pemerintah.
Di tempat yang sama, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan prediksi puncak arus balik angkutan darat terjadi pada 24-25 Maret serta kembali meningkat pada periode 28-29 Maret.
Ia menjelaskan lonjakan pertama terjadi karena pemudik mengejar waktu masuk kerja setelah libur Lebaran, sementara gelombang berikutnya berasal dari masyarakat yang memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA).




