jpnn.com, DUMAI - Memasuki hari ke-6 kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukum Polres Dumai, upaya pemadaman terus dilakukan.
Hingga saat ini jajaran kepolisian dan pihak terkait seperti BPBD, TNI, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), Damkar, dan pihak terkait terus melakukan upaya pemadaman dan pemantauan intensif terhadap titik panas (hotspot).
BACA JUGA: Danrem hingga Karo Ops Polda Riau Berkolaborasi Padamkan Karhutla di Dumai
Berdasarkan hasil monitoring mengggunakan operator Aplikasi Dashboard Lancang Kuning (DLK) terbaru, terdeteksi sebanyak 14 titik hotspot yang tersebar di dua kecamatan, yakni Dumai Timur dan Medang Kampai. Sementara lima kecamatan lainnya dinyatakan nihil hotspot.
Di Kecamatan Dumai Timur, terpantau 8 titik hotspot yang tersebar di sejumlah koordinat, mengindikasikan adanya potensi aktivitas pembakaran lahan yang perlu segera ditindaklanjuti.
BACA JUGA: Guru SD di Dumai Tewas Ditikam Mantan Kekasih
Sementara itu, di Kecamatan Medang Kampai ditemukan 6 titik hotspot, dengan beberapa titik berada di sekitar wilayah Jalan Parit Ginen.
Adapun kecamatan yang tidak ditemukan titik panas meliputi Dumai Barat, Dumai Selatan, Bukit Kapur, Sungai Sembilan, dan Dumai Kota.
Kapolres Dumai Angga F Herlambang mengatakan hari ini Rabu 25 Maret 2026 telah memasuki hari ke 6 pihaknya berhadapan dengan Karhutla.
“Untuk Karhutla yang terjadi di Medang Kampai, ini sudah memasuki hari ke 6 kami melakukan pemadaman. Semoga segera padam, mengingat cuaca yang sangat ekstrem,” kata Angga saat dikonfirmasi JPNN.com.
Berbagai upaya pemadaman dilakukan oleh petugas gabungan. Mulai dari penyiraman secara langsung, sekat kanal, upaya modifikasi cuaca, dan lainnya.
“Beberapa kendala kami alami, sepet cuaca cukup panas dan angin kencang, sementara dilapangan sumber air cukup jauh dan sudah mulai menipis,” jelas Angga.
Tak sendirian, Polres Dumai bersama instansi terkait terus meningkatkan kesiapsiagaan serta melakukan langkah-langkah antisipatif, termasuk patroli darat dan koordinasi dengan tim pemadam kebakaran guna mencegah meluasnya karhutla.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apapun, mengingat dampak serius yang dapat ditimbulkan, baik terhadap lingkungan maupun kesehatan,” lanjut Angga.
Angga menambahkan Upaya pengendalian karhutla akan terus dilakukan secara berkelanjutan seiring dengan kondisi cuaca dan potensi kemunculan titik panas di wilayah Dumai dan sekitarnya. (mcr36/jpnn)
Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Rizki Ganda Marito




