New York: Seorang pramugari yang masih terikat di kursinya selamat setelah terlempar dari pesawat Air Canada yang bertabrakan dengan truk pemadam kebakaran di Bandara LaGuardia, New York, Amerika Serikat.
“Ini adalah keajaiban total," kata Sarah Lepine, putri dari pramugari itu kepada stasiun berita Kanada TVA Nouvelles, seperti dikutip dari ABC7 News, Rabu 25 Maret 2026.
Dia mengatakan ibunya, Solange Tremblay, mengalami beberapa patah tulang di salah satu kakinya dan akan membutuhkan operasi tetapi secara keseluruhan baik-baik saja. Seorang ahli keselamatan penerbangan mengatakan dia kemungkinan terbantu karena berada di kursi dengan sabuk pengaman empat titik yang digunakan oleh awak kabin.
"Saya masih mencoba memahami bagaimana semua ini terjadi," kata Lepine.
“Tetapi dia pasti memiliki malaikat pelindung yang mengawasinya,” imbuh Lepine.
Pesawat jet, yang membawa lebih dari 70 penumpang, sedang mendarat ketika bertabrakan dengan truk pemadam kebakaran yang sedang menanggapi masalah di pesawat lain pada Minggu malam. Bagian depan pesawat Air Canada hancur, dan pilot serta kopilot tewas.
Pakar keselamatan penerbangan Jeff Guzzetti juga menyebut selamatnya Tremblay sebagai sebuah keajaiban jika "dibandingkan dengan kerusakan pada bagian depan pesawat."
"Kursi pramugari itu semacam kursi lipat yang diikat ke dinding, dinding yang sama yang digunakan kokpit," kata Guzzetti, mantan penyelidik kecelakaan federal.
"Itu kursi yang sangat kokoh," tambahnya.
"Kursi itu dirancang untuk menahan beban benturan yang mungkin lebih besar daripada kursi penumpang karena Anda membutuhkan pramugari untuk membantu penumpang keluar dari pesawat setelah kecelakaan,” ungkapnya.
Pada 2013, setidaknya dua pramugari terluka ketika mereka terlempar dari penerbangan Asiana Airlines yang menabrak tembok laut saat mendarat di Bandara Internasional San Francisco. Ada 291 orang di dalam penerbangan Asiana 214, dan tiga gadis tewas.




