Liputan6.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan informasi yang beredar di media sosial terkait siswa yang mengikuti pembelajaran daring dipaksa datang ke sekolah untuk mengambil Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah tidak benar atau hoaks.
Penegasan tersebut disampaikan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya. Ia menyebut hingga saat ini BGN belum menyusun maupun membahas petunjuk teknis (juknis) penyaluran MBG dalam situasi pembelajaran jarak jauh.
Advertisement
"Sampai saat ini, pemerintah sendiri belum memutuskan kebijakan pembelajaran online pada anak-anak sekolah," kata Sony di Jakarta, Selasa, 24 Maret 2025.
Menurutnya, pelaksanaan Program MBG saat ini masih mengacu pada mekanisme yang berlaku di sekolah selama kegiatan belajar mengajar berlangsung secara tatap muka.
Sony juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya, terutama yang beredar di media sosial.
Ia menegaskan, setiap kebijakan resmi terkait program MBG akan disampaikan langsung oleh BGN melalui kanal komunikasi yang kredibel.




