Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dibuka melemah pada level Rp16.917 pada perdagangan hari ini, Rabu (25/3/2026). Rupiah dibuka melemah ketika mata uang Asia lainnya menguat.
Mengutip data Bloomberg pukul 09.00 WIB, rupiah dibuka melemah 0,12% ke level Rp16.917 per dolar AS. Adapun indeks dolar AS turun 0,23% ke level 99,20.
Sejumlah mata uang kawasan Asia Pasifik dibuka bervariasi. Yen Jepang dibuka stagnan, dolar Hong Kong stagnan, dolar Singapura menguat 0,02%, dolar Taiwan menguat 0,24%, dan won Korea Selatan naik 0,43%.
Lalu peso Filipina naik 0,01%, yuan China menguat 0,09%, ringgit Malaysia menguat 0,09%, dan baht Thailand naik 0,20% pagi ini.
Sebelumnya, Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memproyeksikan nilai tukar rupiah diprediksi mengalami tekanan terhadap dolar AS pada perdagangan pascalibur panjang Idulfitri 1447 Hijriah, Selasa (24/3/2026).
Sentimen eksternal diperkirakan bakal membayangi pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot sepanjang pekan ini, mengingat pasar baru saja kembali aktif setelah masa libur Lebaran yang cukup panjang.
Menurutnya, mata uang Garuda akan diperdagangkan pada rentang Rp16.990 hingga Rp17.075 per dolar AS. Tekanan ini sejalan dengan potensi penguatan indeks dolar AS yang diperkirakan bergerak di kisaran 98,73 hingga 101,20.
“Dalam perdagangan pekan ini, indeks dolar kemungkinan kembali menguat menuju level 101,20. Kecil kemungkinan terjadi pelemahan ke area support 98,73,” ujar Ibrahim dalam keterangan resminya.
Dia menilai, keperkasaan dolar AS dipicu oleh sikap bank sentral global yang tetap mempertahankan suku bunga tinggi atau hawkish guna meredam inflasi.
Kondisi itu diperparah oleh lonjakan harga energi, di mana minyak mentah jenis Brent diprediksi menembus ke kisaran US$110 hingga US$116 per barel.





