JAKARTA, KOMPAS.TV - Harga emas tengah mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir. Jika dibandingkan dengan posisi pada 17 Maret 2026 misalnya, nilainya tercatat telah turun sekitar 17 persen.
Penurunan ini turut diikuti oleh harga buyback logam mulia Antam. Harga buyback kini turun Rp80.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.560.000 menjadi Rp2.480.000 per gram.
Selisih antara harga beli dan harga jual kembali pun semakin lebar. Saat ini, gap tersebut mencapai sekitar Rp363.000 per gram. Artinya, jika membeli emas di harga Rp2.843.000 per gram pada pagi hari, lalu harus menjualnya di hari yang sama, nilainya hanya dihargai Rp2.480.000 per gram.
Pengamat mata uang dan komoditas How Low Can You Grow Emas, Ibrahim Aswadi, menilai penurunan harga emas justru bisa menjadi peluang bagi investor.
Baca Juga: Ribuan Pekerja Lapor ke Posko Kemnaker, Ini Data THR 2026 Tak Dibayar hingga Terlambat
"Ya, kalau analisa saya bahwa harga emas ini kemarin sudah turun paling tajam," ujarnya dalam program Kompas Bisnis di Sapa Pagi Indonesia KompasTV, Rabu (25/3).
Menurut Ibrahim, kondisi ini membuka ruang bagi masyarakat untuk kembali masuk ke instrumen logam mulia, terutama bagi mereka yang berorientasi jangka panjang.
"Ini punya kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan pembelian kembali," katanya.
Ia mengingatkan bahwa investasi emas tidak cocok untuk jangka pendek. Fluktuasi harga seperti saat ini merupakan hal yang wajar dalam siklus pasar.
"Harus ingat bahwa investasi di logam mulia itu jangka panjang. Bukan jangka pendek," tegasnya.
Strategi Saat Harga Turun
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- harga emas
- emas turun
- buyback emas
- investasi emas
- emas antam
- beli emas




