FIFA memberlakukan regulasi baru untuk tim sepak bola wanita. Setiap tim yang tampil di turnamen resmi FIFA kini wajib memiliki setidaknya satu pelatih wanita, baik sebagai pelatih kepala maupun asisten pelatih.
Tak hanya itu, dalam aturan terbaru ini, harus ada minimal dua staf wanita yang berada di bench saat pertandingan. Salah satunya mengisi peran pelatih kepala atau asisten pelatih.
Aturan baru ini berlaku untuk semua turnamen FIFA, baik di level usia maupun senior—termasuk kompetisi klub dan tim nasional.
Keputusan tersebut diambil dalam rapat dewan FIFA pada Kamis (19/3) lalu, sebagai bagian dari pembahasan strategi jangka panjang untuk meningkatkan representasi wanita di dunia kepelatihan.
“Jumlah pelatih wanita saat ini masih sangat minim. Kita perlu mendorong perubahan lebih cepat, mulai dari membuka jalur yang lebih jelas, memperluas peluang, sampai meningkatkan visibilitas wanita di pinggir lapangan,” ujar Jill Ellis, Chief Football Officer FIFA.
“Regulasi baru FIFA ini, ditambah dengan program pengembangan yang terarah, menjadi investasi penting bagi generasi pelatih wanita saat ini dan di masa depan,” sambungnya.
Untuk tahun ini, regulasi baru akan mulai diterapkan pada Piala Dunia Wanita U-20 (5-27 September), Piala Dunia Wanita U-17 (17 Oktober-7 November), dan kompetisi Women’s Champions Cup.
FIFA berharap aturan ini dapat meningkatkan jumlah pelatih wanita secara signifikan, termasuk pada Piala Dunia Wanita 2027 di Brasil. Sebab di Piala Dunia Wanita 2023 sendiri, hanya 12 dari 32 pelatih kepala yang merupakan wanita.





