Strategi Bisnis Putra Raja Malaysia: Properti Singapura hingga Kripto

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Kuala Lumpur: Tunku Ismail Sultan Ibrahim, putra sulung raja miliarder Malaysia, Sultan Ibrahim Iskandar, memiliki portofolio bisnis yang luas sebagai bagian dari keluarga kerajaan Johor.

Melansir VnExpress, Rabu, 25 Maret 2026, Tunku Ismail saat ini tengah mendorong ekspansi bisnis, termasuk pengembangan lahan seluas 16,6 hektare (ha) di Singapura menjadi kawasan hunian bertingkat rendah dengan konsep eksklusif. Proyek ini mencakup pembangunan bungalow kelas atas yang termasuk dalam kategori properti landed, segmen yang terbatas dan diminati di negara tersebut.

Lahan tersebut berada di kawasan antara Holland Road dan Tyersall Avenue, yang dikenal sebagai distrik perumahan premium dengan ketersediaan hunian tapak yang terbatas.

Properti itu merupakan bagian dari totaal 21,1 ha lahan milik keluarga kerajaan Johor yang telah dikuasai selama beberapa generasi. Di tengah keterbatasan pasokan hunian landed di Singapura, aset ini dinilai memiliki nilai strategis tinggi.

Tahun lalu, sekitar 13 ha lahan yang berada dekat Kebun Raya Singapura ditukar dengan 8,5 ha lahan milik negara di area sekitarnya, sehingga menghasilkan lahan seluas 16,6 yang kini tengah dikembangkan.
  Agresif ekspansi bisnis
Tunku Ismail secara agresif memperluas bisnisnya ke berbagai sektor strategis, seperti sektor konstruksi dan material melalui Knusford Berhad. Serta layanan kesehatan yang berbasis di Kuala Lumpur, TMC Life Sciences.

Ekspansi tersebut turut mencakup proyek infrastruktur skala besar, seperti reklamasi lahan di Tanjung Piai dan Pengerang melalui Spektrum Kukuh dan Spektrum Budi. Serta pengembangan kawasan tepi laut (waterfront) di Desaru yang akan menjadi ikon kediaman pribadi keluarga kerajaan.
 

Baca Juga :

Ini Daftar 5 Miliarder Termuda Dunia 2026



Ilustrasi. Foto: Freepik.


Diversifikasi portofolio bisnis yang beragam ini mencerminkan kelihaian Tunku Ismail terhadap peluang bisnis maupun dinamika pasar global yang dinamis.

Selain sektor riil, Tunku Ismail juga mulai merambah bisnis digital, termasuk aset kripto. Melalui perusahaan Bullish Aim, sebuah perusahaan swasta yang diketuai dan dimiliki Tunku Ismail, ia memperkenalkan stablecoin RMJDT pada Desember 2025. Aset digital tersebut dipatok terhadap ringgit Malaysia dan didukung oleh simpanan mata uang lokal serta obligasi pemerintah Malaysia jangka pendek.
  Bisnis keluarga kerajaan Johor
Keluarga kerajaan Johor dikenal sebagai salah satu kekuatan ekonomi di Malaysia dan Asia Tenggara. Mengutip Bloomberg pada awal 2024, total kekayaan yang dipimpin Sultan Ibrahim Iskandar mencapai USD5,7 miliar (sekitar Rp90 triliun). Sebagian besar aset tersebut berada di Singapura.

Nilai tersebut belum termasuk koleksi mobil mewah dan jet pribadi. Di luar bisnis Tunku Ismail, portofolio keluarga juga mencakup berbagai perusahaan dan proyek lain.

Salah satunya adalah U Mobile, operator jaringan 5G kedua di Malaysia yang didirikan oleh taipan lokal Vincent Tan. Perusahaan tersebut baru-baru ini menunjuk putri tunggal raja, Tunku Tun Aminah Sultan Ibrahim Ismail, sebagai ketua dewan direksi.

Dalam wawancara dengan The Star pada 2015, Sultan Ibrahim Iskandar menegaskan pentingnya transparansi dan legitimasi dalam setiap aktivitas bisnis keluarga kerajaan. (Richard Alkhalik)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Irjen Agus Tegaskan Pengamanan Arus Balik Tidak Hanya di Tol
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Kalau Gus Yaqut Bisa, Noel Ebenezer Ikut Ajukan Status Tahanan Ruhan, Begini Tanggapan KPK!
• 1 jam laludisway.id
thumb
Jenis Pekerjaan yang Mulai Ditinggalkan Gen Z, Ini Alasannya
• 7 menit lalubeautynesia.id
thumb
Pengamat Ungkap Detik-detik Jay Idzes Tunjukkan Mental Tangguh Usai Blunder Lawan Juventus: Berani Hadapi Kritik
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Neraka Dimona, Ini Rahasia Sukses Besar Iran Pecundangi Sistem Pertahanan Udara Canggih Israel
• 5 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.