Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menawarkan rencana gencatan senjata 15 poin kepada Iran untuk mengakhiri perang. Tawaran gencatan senjata itu disampaikan oleh Washington kepada Teheran melalui Pakistan sebagai perantara.
Informasi tentang tawaran gencatan senjata itu, seperti dilansir Reuters dan Associated Press, Rabu (25/3/2026), diungkapkan pertama kali oleh media terkemuka AS, New York Times (NYT), yang mengutip dua pejabat AS, yang mengetahui garis besar proposal Washington tersebut.
NYT menyebutkan dalam laporannya bahwa tawaran gencatan senjata 15 poin dari AS itu telah disampaikan kepada para pejabat Iran, melalui Pakistan. Islamabad sendiri disebut telah menawarkan diri sebagai tuan rumah untuk negosiasi ulang antara Washington dan Teheran.
Isi dari 15 poin rencana gencatan senjata itu belum diungkapkan secara detail kepada publik.
Laporan televisi Israel, Channel 12, yang mengutip tiga sumber, menyebutkan bahwa AS mengupayakan gencatan senjata selama sebulan untuk membahas rencana 15 poin tersebut.
Laporan media Israel juga menyebut bahwa rencana gencatan senjata dari AS itu mencakup pembongkaran program nuklir Iran, penghentian dukungan untuk kelompok proxy, dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
AS, dan Israel, terlibat pertempuran melawan Iran sejak 28 Februari lalu, yang diawali oleh serangan gabungan skala besar oleh Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran. Iran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
(nvc/ita)





