Liputan6.com, Jakarta - Selama bertahun-tahun, warga Kampung Tambat di Merauke, Papua, harus bertahan dengan kondisi air yang jauh dari kata layak. Ketika hujan tidak turun, masyarakat terpaksa menggunakan air dari sumur manual yang mengandung belerang. Situasi tersebut membuat mereka berada dalam dilema antara memenuhi kebutuhan air atau menghadapi risiko kesehatan.
Kepala Kampung Tambat, Samuel Heremba, masih mengingat kondisi sulit yang dialami warganya pada masa itu.
Advertisement
"Dulu kami sangat mengandalkan tampungan air hujan. Ada sumur, tapi airnya mengandung belerang, kurang aman untuk digunakan," tuturnya.
Kini kondisi tersebut mulai berubah. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Pertamina (Persero) membangun sistem sumur bor yang dilengkapi reservoir penampungan serta fasilitas penyaringan air. Kehadiran fasilitas ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. Bahkan sebelum seremoni peresmian dilakukan, warga sudah datang membawa jerigen untuk mengambil air bersih.
“Kini masyarakat tidak lagi khawatir terhadap kandungan belerang atau kesulitan air saat musim kemarau. Airnya sudah jauh lebih bersih dan penampungannya sangat cukup,” ujar Samuel.




