tvOnenews.com - Kabar mengejutkan datang dari Belanda yang kembali menyoroti isu sensitif terkait pemain naturalisasi pemain Timnas Indonesia.
Media setempat menyebut adanya “skandal paspor” yang awalnya menyeret pemain Timnas Indonesia, kini mulai merembet ke negara lain.
Media Belanda, Voetbalprimeur, mengungkap bahwa situasi ini tak lagi hanya berdampak pada Indonesia, tetapi juga mulai membuat pemain dari Suriname ikut dilanda kekhawatiran.
- Instagram @deanjames
"Skandal paspor meluas: Para pemain dari Suriname juga punya alasan untuk khawatir," tulis media Belanda, Voetbalprimeur.
Kontroversi ini mencuat setelah klub Belanda NAC Breda mempertanyakan status bek kiri Dean James.
Dean James diketahui memilih membela Timnas Indonesia beberapa tahun lalu, yang diduga membuatnya harus melepaskan kewarganegaraan Belanda.
Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan soal izin kerja dan status administrasi yang ia miliki.
Kasus tersebut langsung memicu perhatian luas, hingga federasi sepak bola Belanda, KNVB, turun tangan melakukan penyelidikan.
- REUTERS/Angelika Warmuth
Situasi yang awalnya terlihat terbatas pada pemain Indonesia ternyata berkembang lebih luas.
Media lain, Voetbal International, melaporkan bahwa para pemain tim nasional Suriname kini juga mulai merasa cemas.
Ketegangan bahkan disebut meningkat di hotel tempat pemain Suriname menginap di Monterrey.
Mereka yang tengah bersiap menghadapi laga penting melawan Bolivia di play-off Piala Dunia, justru dibuat sibuk oleh urusan administratif.
Keraguan muncul terkait apakah para pemain benar-benar menggunakan jalur “paspor olahraga” atau justru naturalisasi reguler, yang bisa berdampak pada status mereka di kompetisi Eropa.
- Suriname Football Team
Situasi ini berdampak langsung pada pelatih Suriname, Henk ten Cate. Ia dilaporkan harus menghadapi gangguan serius di tengah persiapan tim.
Alih-alih fokus menghadapi Bolivia, sejumlah pemain justru disibukkan dengan pengurusan dokumen paspor mereka.
Kondisi ini jelas mengganggu konsentrasi tim dalam perburuan tiket menuju Piala Dunia.
Jika skenario terburuk terjadi, para pemain tersebut bahkan berisiko absen dari kompetisi klub selama beberapa minggu.




