REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah mengumumkan serangan gelombang ke-80 dari Operasi True Promise 4, Rabu. Serangan itu menyerang titik-titik strategis dan pusat-pusat militer di sisi utara wilayah pendudukan, selain menghantam pos-pos terdepan Amerika di seluruh daerah tersebut.
Dalam sebuah pernyataan pada Rabu, IRGC mengatakan fase terbaru ini dilakukan oleh Angkatan Udara Korps untuk mendukung serangan-serangan yang dilakukan oleh gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon terhadap target-target Israel, dan penduduk Lebanon selatan.
- Muhammadiyah Kecam Tekanan 22 Negara atas Iran, Soroti Akar Masalah Selat Hormuz
- 1,9 Juta Kendaraan Arus Balik Sudah Kembali ke Jakarta
- Korlantas Cabut One Way Nasional Bertahap, Ini Jalur yang Dibuka
"Titik-titik strategis dan pusat-pusat militer yang terletak di wilayah pendudukan utara dihancurkan di bawah serangan rudal dan berkelanjutan oleh Angkatan Udara IRGC," bunyi pernyataan tersebut.
IRGC mengatakan komando militer tentara Zionis di kota Safed di utara, yang bertanggung jawab untuk mengoordinasikan serangan dan pertahanan di sepanjang perbatasan utara wilayah tersebut, termasuk di antara target utama.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Serangkaian operasi telah diumumkan menyusul agresi Israel-AS terhadap Iran.
Korps tersebut mengatakan bahwa titik-titik berkumpul pasukan Zionis di utara dan wilayah Gaza akan menjadi sasaran serangan rudal dan drone berat. IRGC menegaskan tidak akan sedikit pun mengalah selama melakukan serangan balasan ini.
IRGC lebih lanjut menyatakan bahwa target di wilayah pendudukan tengah, termasuk Tel Aviv, Kiryat Shmona, dan Bnei Brak, bersama dengan pangkalan militer AS di Ali al-Salem dan Arifjan di Kuwait, al-Azraq di Yordania, dan Sheikh Isa di Bahrain, dihantam dengan rudal presisi berbahan bakar cair dan padat serta drone serang.
"Gelombang ini berlanjut…," pernyataan itu menyimpulkan sebagai tanda tekad yang tak tergoyahkan.
Serangan ini dilakukan tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkankan bahwa Amerika telah melakukan pembicaraan dengan Iran, meski Teheran menyangkalnya. Washington juga mengeklaim kemenangan mereka dan menyebut sukses menghancurkan militer Iran.
Operasi True Promise 4 dimulai pada 28 Februari, sesaat setelah Amerika Serikat dan rezim Israel memulai babak terbaru agresi yang menargetkan Republik Islam.
Korps tersebut telah berjanji untuk melanjutkan pembalasan hingga "emenangan penuh.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)




