Pemerintah Pastikan Kebijakan Sekolah dari Rumah Batal, Ini Alasannya!

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi siswa sekolah dasar. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menegaskan pembelajaran siswa diutamakan tetap berjalan secara offline atau luring (luar jaringan) di tengah krisis global yang terjadi.

Menurut Pratikno, keputusan ini sesuai dengan koordinasi bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti dan Menteri Agama Nasaruddin Umar. Ia menyebut proses belajar harus semakin optimal dan jangan sampai ada learning loss.

Baca: Airlangga Pimpin Rakor Lewat Zoom, Bahas Kebijakan Energi dan Stimulus



Pratikno menyampaikan hal ini dalam arahan internal kepada Kedeputian Kesehatan dan Kedeputian Pendidikan Kemenko PMK pada Senin (23/3/2026). Ia menegaskan ulang arahan Presiden Prabowo dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara pada Jumat (13/3/2026) bahwa situasi krisis global harus jadi momentum untuk mendorong percepatan agenda transformasi nasional.

Pembelajaran Daring Belum Urgensi
Pratikno menyebut memang pernah ada diskusi soal kemungkinan metode hibrida pembelajaran daring (dalam jaringan) dan luring. Namun, mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, pembicaraan lintas kementerian menyimpulkan pembelajaran daring tidak menjadi suatu urgensi sekarang ini.

"Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag, dan Kemendiktisainstek. Ini prioritas. Ini utama," kata Pratikno seperti dilansir oleh Kemenko PMK, dikutip Rabu (25/3/2026).

Di sisi lain, dia menginstruksikan percepatan transformasi sistem pemerintahan berbasis elektronik, peningkatan kinerja birokrasi, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, dan efisiensi di segala bidang. Selain itu perjalanan dinas nonesensial diminta dipangkas, optimalisasi pertemuan dan rapat dilakukan secara daring, dan penerapan flexible working arrangement (FWA) secara terukur.

"Pelayanan kepada masyarakat, peningkatan kualitas SDM, serta mendukung akselerasi pembangunan yang berkeadilan harus terus diperkuat dengan cara-cara yang lebih cerdas dan efisien," ujarnya.

Artikel selengkapnya >>> Klik di sini



(miq/miq) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Tren Kecantikan Perawatan Botox hingga Filler Untuk Anak Muda

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Paus Leo XIV Serukan Gencatan Senjata Perang di Timur Tengah
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Pelapor Khusus PBB Anggap Israel Seperti Diberi Lisensi untuk Siksa Warga Palestina
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Efisiensi BBM Pemerintah, Kemhan: Operasional Strategis Tetap Terjaga
• 4 jam lalukompas.id
thumb
‎Hacker Iran Disebut Serang Sistem 50 Juta Lebih UMKM dan Kamera CCTV Israel
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
One Way Nasional KM 414 GT Kalikangkung hingga KM 263 Exit Brebes Dicabut
• 8 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.