Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengimbau masyarakat untuk tidak menumpuk rencana kepulangan arus balik pada akhir masa libur Lebaran 1447 Hijriah, khususnya pada 28 dan 29 Maret 2026.
“Jadi kita juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak numpuk di tanggal 28, 29 di hari-hari akhir libur ini,” ujar Pratikno usai melakukan peninjauan arus balik di Jasa Marga Toll Road Command Center (JMTC), Jatiasih, Bekasi, Rabu (25/3).
Ia mendorong masyarakat untuk mulai kembali lebih awal guna menghindari kepadatan pada puncak arus balik kedua.
“Kita harapkan masyarakat juga mulai arus balik secepatnya, terutama mulai di hari ini, besok, dan lusa,” lanjutnya.
Pratikno menjelaskan, secara umum arus mudik Lebaran tahun ini berjalan lancar meski terjadi peningkatan volume kendaraan. Ia menyebut kenaikan jumlah kendaraan mencapai sekitar 4,6 hingga hampir 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Terjadi kenaikan yang cukup tinggi. Artinya ada kenaikan ya 4,6 sampai hampir 5%,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa angka kecelakaan lalu lintas selama periode mudik mengalami penurunan signifikan.
“Dan juga tadi dilaporkan kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan sekitar 16%,” katanya.
Menurutnya, kelancaran arus mudik dan awal arus balik tidak terlepas dari koordinasi lintas instansi serta dukungan teknologi pemantauan lalu lintas yang memungkinkan respons cepat di lapangan.
“Karena ini Jasa Marga dan Kementerian Perhubungan, Kepolisian juga punya teknologi monitoring yang ketat sehingga bisa direspons dengan cepat. Jadi respons berbasis pada data riil,” ujarnya.
Pratikno juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan dan pengelolaan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
“Sekali lagi terima kasih kepada seluruh jajaran TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, BUMN yang telah bekerja keras di saat yang lain mudik, para petugas lapangan ini tidak mudik, tidak berlebaran,” tuturnya.





