Kehadiran komika atau stand-up comedian di industri perfilman Indonesia kini bukan sekadar pemanis, melainkan telah menjadi kekuatan utama. Beberapa film box office Indonesia hampir pasti diisi jajaran komika sebagai ansemble cast.
Hal ini dirasakan juga oleh Fajar Nugra, Sadana Agung, dan Randhika Djamil yang kini berkolaborasi dalam film horor komedi terbaru berjudul Warung Pocong.
Fajar Nugra mengungkap, kesuksesan komika di layar lebar memberikan dampak positif bagi seluruh anggota komunitas stand-up comedy.
"Kami malah merasa genjotan film yang ada komikanya, kalau misalnya sukses, kena semua ke kita, karena kita basic-nya berangkat dari komunitas stand up comedy Indonesia tentunya. Yang mana mau promo segala macam kalau punya media yang kuat, ya, dibantu, gitu," ujar Fajar Nugra dalam jumpa pers di Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (3/3).
Senada dengan Fajar, Sadana Agung yang memerankan karakter Agus, merasa bahwa solidaritas antar-komika sangat kuat. Baginya, keberhasilan rekan sejawat adalah kebanggaan bersama.
"Untungnya di ekosistem komika ya udah kayak enggak kenal tapi kayak keluarga aja. Jadi ketika kalau ada yang sukses, entah kenapa meskipun enggak kecipratan duitnya, tapi ikut happy dan bangga," tutur Sadana Agung penuh syukur.
Kekompakan ini juga dirasakan Randhika Djamil. Menurut pemeran Makmur ini, saling dukung sudah mendarah daging di antara para komika, sehingga tidak ada persaingan yang tidak sehat.
"Untungnya kita saling support. Jadi ketika ada teman, komika, main film segala macam, itu kita saling support," ujar Randhika.
Mereka membuktikan kekompakan itu lewat peran mereka sebagai Kartono (Fajar), Makmur (Randhika), dan Agus (Sadana) dalam film Warung Pocong. Mereka harus berurusan dengan misteri mistis dalam balutan komedi.
Film Warung Pocong yang dibintangi oleh Fajar Nugra hingga Shareefa Daanish, akan tayang pada 9 April 2026 di seluruh bioskop Indonesia. Film Warung Pocong merupakan garapan sutradara Bendolt, dengan posisi produser diisi oleh Eko Supriyanto. Sementara itu, naskah film ditulis oleh Richyana dan Evely Afnilia.





