Jakarta, VIVA – Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mengungkapkan, Amerika Serikat dan Iran akan menggelar dialog akhir pekan ini di Islamabad, Pakistan.
Hal itu disampaikan Grossi Dalam wawancara dengan harian Italia Corriere della Sera, Grossi mengatakan pembicaraan tersebut akan mencakup isu yang lebih luas. Topik yang dibahas antara lain rudal, milisi yang terkait dengan Iran, serta jaminan keamanan bagi negara itu.
"Kali ini, pembicaraan juga akan mencakup soal rudal, milisi yang terkait dengan Republik Islam, dan jaminan keamanan bagi Iran," kata Grossi, dikutip Rabu, 25 Maret 2026.
Dia menyebut kemungkinan adanya solusi sementara yang bisa disepakati, meski tidak harus bersifat militer. Menurut Grossi, ada rencana diplomatik alternatif yang memungkinkan dua pendekatan sekaligus.
Pertama, penghentian sementara pengayaan uranium karena kondisi politik, militer, dan kepercayaan "yang belum memungkinkan" dan kedua, isu tersebut akan dikaji kembali dalam lima hingga 10 tahun mendatang. Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran terus berlangsung sejak 28 Februari.
Serangan itu dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Iran membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel serta wilayah-wilayah di Yordania, Irak, dan negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Serangan balasan itu menelan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar dan penerbangan global. (Ant)





