PT Jasa Raharja mengungkap sejumlah faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, mengatakan kecelakaan yang terjadi masih didominasi kendaraan roda dua serta dipicu oleh beberapa faktor risiko di lapangan. Salah satunya adalah kelelahan.
“Dominasinya masih pada kendaraan bermotor roda dua. Jadi berbagai penyebab peristiwa ini adalah fatigue driving atau kelelahan daripada pengemudi, jarak perjalanan yang cukup jauh di atas kurang lebih 4-5 jam perjalanan,"ujar Awaluddin dalam konferensi pers di Jasa Marga Toll Road Command Center (JMTC), Jatiasih, Bekasi, Rabu (25/3).
Selain kondisi pengemudi dan jarak tempuh, Awaluddin menambahkan, kondisi kendaraan juga menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan.
"Dan kemudian kondisi dari kendaraan bermotor,” imbuhnya.
Ia menegaskan, pihaknya akan terus memantau aspek keselamatan hingga akhir masa siaga angkutan Lebaran, seiring masih berlangsungnya arus balik.
“Oleh karena itu, kami berharap sampai dengan akhir dari siaga angkutan lebaran ini kami tetap masih memantau hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan dan kelancaran dari perjalanan arus mudik ini,” katanya.
Di sisi lain, Jasa Raharja juga mencatat adanya penurunan angka fatalitas kecelakaan selama periode Lebaran tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.
“Dapat kami sampaikan terjadi peristiwa fatalitas yang turun 28% dibandingkan periode yang sama 12 hari dalam siaga angkutan lebaran,” ungkapnya.





