JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyalurkan lebih dari Rp 700 miliar bantuan sosial kebencanaan untuk masyarakat terdampak bencana di Sumatera.
Saat ini, bantuan lanjutan sebesar Rp218 miliar masih dalam proses penyaluran kepada puluhan ribu penerima manfaat.
"Dari jumlah itu, lebih dari Rp 700 miliar sudah disalurkan, dan sisanya sekitar Rp 218 miliar sedang diproses,” kata Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, pada Rabu (25/3/2026).
Baca juga: Pemda Diminta Saling Bantu Tetangga yang Terdampak Bencana Sumatera
Kemensos bekerja sama dengan PT Pos Indonesia untuk menyalurkan bantuan kebencanaan kepada masyarakat yang datanya sudah terverifikasi.
Kemudian, untuk sekitar Rp 218 miliar masih dalam proses untuk 67.000 keluarga penerima manfaat (KPM) dan sekitar 270.000 penerima bantuan kebutuhan hidup (jadup) yang diberikan per individu.
Secara keseluruhan, Kemensos menyiapkan anggaran lebih dari Rp 2 triliun untuk penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dana tersebut siap disalurkan setelah data penerima dinyatakan valid dan diajukan ke Kementerian Keuangan.
"Jadi ini sedang berproses terus, Insyaallah mudah-mudahan kalau datanya masuk akan kita usulkan lagi untuk penyaluran tahap berikutnya," katanya.
Baca juga: Kasatgas Tito Pastikan Bantuan Hunian Korban Bencana Sumatera Tepat Sasaran
Gus Ipul menjelaskan, bantuan kebencanaan terdiri dari beberapa jenis. Pada masa darurat, bantuan diberikan dalam bentuk logistik, dapur umum, tenda, dan kebutuhan dasar lainnya.
Setelah masa darurat, Kemensos menyalurkan santunan bagi korban meninggal sebesar Rp 15 juta per ahli waris dan Rp 5 juta bagi korban luka berat.
Selain itu, ada bantuan isi rumah sebesar Rp 3 juta per keluarga, bantuan stimulan ekonomi Rp 5 juta per keluarga, serta bantuan kebutuhan hidup (jadup) sebesar Rp 450.000 per orang per bulan selama tiga bulan.
Baca juga: Mendagri Tito: 38 dari 52 Daerah Terdampak Bencana Sumatera Sudah Normal
Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data yang diverifikasi secara berlapis. Data berasal dari BNPB, kemudian ditetapkan pemerintah daerah, diverifikasi Kementerian Dalam Negeri melalui NIK di Dukcapil dan BPS, lalu menjadi acuan penyaluran bantuan sosial.
"Maka kami dalam rangka menyalurkan ini harus tetap prudent, harus tetap hati-hati, harus menggunakan data yang valid tetapi kita juga ingin cepat," kata Gus Ipul.
Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini




