Kisah Melawan Stigma, Perjuangan Penyandang Disabilitas Mendapat Kesetaraan

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Dalam kehidupan sehari-hari, isu kesetaraan bagi penyandang disabilitas masih menjadi tantangan yang belum sepenuhnya teratasi. Stigma, keterbatasan akses, hingga pandangan sosial yang belum inklusif kerap menjadi penghalang bagi mereka untuk berkembang. 

Namun, di tengah berbagai hambatan tersebut, selalu ada cerita-cerita tentang keberanian dan keteguhan hati yang menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya. Scroll untuk info lebih lanjut...

Baca Juga :
Berawal Dari Guru di Maluku, Marthella Perjuangkan Kesetaraan bagi Penyandang Disabilitas
Apa Itu Interseksionalitas? Perspektif Baru untuk Mencapai Kesetaraan di Momen Women’s Day 2026

Seperti yang dialami Irma, seorang ibu yang juga nasabah PNM Mekaar di Gunugleutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Sebagai perempuan penyandang disabilitas, ia telah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk diam dan pasif, tetapi justru menjadi motivasi untuk bergerak maju, produktif, dan berdampak bagi komunitasnya.

Komitmen PNM untuk memberdayakan perempuan prasejahtera tanpa diskriminasi memberi ruang bagi Irma untuk mengembangkan potensi yang ia miliki serta membagikan ilmu dan semangatnya bagi sesama penyandang disabilitas di lingkungan sekitar rumahnya, sebuah langkah yang selaras dengan gerakan inklusif dan pemberdayaan ekonomi yang luas.

Perjalanan pemberdayaan yang dilakukan Irma tidaklah mudah, namun ia terus menunjukkan keteguhan hati yang luar biasa. “Walaupun banyak keterbatasan tapi kita harus bisa kuat dan sama kayak yang lain, jangan mengharapkan belas kasihan, harus semangat bisa jualan, harus bisa mandiri jangan ketergantungan," ujarnya, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Rabu, 25 Maret 2026.

"Jangan diam diri di rumah dan nggak percaya diri. Kita harus saling tolong menolong dan punya keinginan kuat daripada diam nggak ada kegiatan. Kita buktikan pada mereka kalau kita bisa, walaupun sering dikucilkan, karena saya juga merasakan seperti itu,” kata Ibu Irma, menggambarkan tekadnya yang kuat untuk mengubah stigma dan membuka peluang bagi penyandang disabilitas lain untuk ikut berkarya dan produktif.

Semangat tersebut tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri, tetapi juga menjalar ke orang-orang di sekitarnya. Kebermanfaatan yang ditularkan olehnya dirasakan langsung oleh salah satu disabilitas binaan di sekitarnya, yakni Iis. “Saya sangat sayang dan bahagia bisa diperhatikan oleh Bu Irma sehingga saya merasa dapat menjadi lebih berarti,” kata Iis.

Baca Juga :
Tetangga Sendiri Jadi Predator! Buruh 25 Tahun Diduga Perkosa Perempuan Disabilitas di Citeureup
MK Kabulkan Permohonan Penyakit Kronis Dikategorikan jadi Disabilitas, Ini Pertimbangan Hukumnya
Indonesia Finis Runner-up ASEAN Para Games 2025, Erick Thohir: Membanggakan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arus Balik, Bandara Soetta Prediksi 99 Ribu Penumpang Tiba di Jakarta Hari Ini
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Volume Penumpang KAI Daop 4 Semarang Tembus 830.000 Orang
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Beredar Video JK Disebut Terbang ke Teheran, Jubir Sebut Cuma ke Negara-negara ASEAN
• 4 jam laluterkini.id
thumb
Sinopsis ISTIQOMAH CINTA SCTV Episode 45, Hari Ini Rabu 25 Maret 2026: Monika Bongkar Rahasia Linda, Konflik Dua Keluarga Meledak Hebat
• 8 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Wisata Way Tebing Cepa Diserbu Pengunjung Saat Libur Lebaran 2026 di Lampung Selatan
• 20 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.