Bisnis.com, DENPASAR – Warga Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami kesulitan memperoleh LPG 3 kg sejak Selasa (24/3/2026).
Sejumlah warga yang sudah kehabisan gas LPG 3kg terpaksa menggunakan tungku tradisional dan memasak dengan kayu bakar. Kelangkaan ini juga dikeluhkan warga di media sosial.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menjelaskan bahwa lonjakan permintaan dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat dalam menyambut momentum Hari Raya Nyepi, Idulfitri, serta tradisi Lebaran Ketupat.
Untuk menjaga ketersediaan, Pertamina telah menambah pasokan melalui program extra dropping selama Maret. Di Kabupaten Lombok Tengah, tambahan distribusi mencapai 89.600 tabung atau sekitar 13,2% dari alokasi bulan Maret. Sementara itu, di Kabupaten Lombok Timur, tambahan pasokan tercatat sebanyak 110.320 tabung atau dengan persentase yang sama.
Selain penambahan pasokan, Pertamina juga memperkuat pengawasan distribusi dengan memprioritaskan penyaluran ke pangkalan dengan tingkat konsumsi tinggi, memastikan penerapan harga eceran tertinggi (HET), serta melakukan pembinaan kepada mitra penyalur. Koordinasi dengan pemerintah daerah melalui dinas terkait turut diintensifkan guna menjaga stabilitas distribusi di lapangan.
“Pertamina secara konsisten menyalurkan LPG subsidi sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah serta melakukan pemantauan berkala agar pasokan tetap tersedia bagi masyarakat,” ujar Ahad.
Baca Juga
- Pertamina Tambah Pasokan Gas LPG di Sumbar 19% untuk Lebaran 2026
- Warga Garut Mulai Sulit Dapatkan LPG 3 Kg jelang Lebaran
- RI Amankan 2 Kargo LPG dari Australia di Tengah Konflik Timur Tengah
Sebagai langkah edukasi, Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan dan menggunakan LPG subsidi sesuai peruntukannya, yakni bagi rumah tangga kurang mampu dan pelaku usaha mikro. Masyarakat juga disarankan membeli LPG di pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai ketentuan.





