Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) merespons cepat banjir yang terjadi di Dusun Balongrejo, Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, dengan melakukan sejumlah penanganan pada hari pertama masuk kerja ASN, pada Rabu (25/3/2026).
Respons cepat dilakukan dengan mengirim peralatan perahu karet, tenda pengungsi, dan personel untuk membantu evakuasi warga terdampak banjir.
Selain itu, BPBD Jatim juga mengirimkan dukungan logistik, di antaranya berupa biskuit minimanis sejumlah 3.600 pack, biskuit klepon 3.600 pack, biskuit marie 2.565 pack, biskuit malkist 900 pack, kidsware 100 paket.
Kemudian, makanan tambah gizi koktail 360 kaleng, tambah gizi kacang hijau 360 kaleng, perlengkapan makanan 50 paket, siap saji nasi opor 240 kaleng, siap saji nasi kare 240 kaleng, dan makanan siap saji nasi goreng sebanyak 240 kaleng.
Gatot Soebroto Kalaksa BPBD Jatim mengatakan, sebetulnya sepanjang masa lebaran ini, sesuai arahan Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim, Pemprov Jatim telah mengantisipasi cuaca ekstrem dengan menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama 10 hari dengan 22 sortie.
Hanya saja, karena keterbatasan jumlah sortie, tidak semua daerah bisa tertangani, termasuk hujan yang terjadi di wilayah Pasuruan.
“Semoga hari ini potensi hujan di Pasuruan bisa tertangani, agar banjir yang terjadi disini bisa segera surut. Karena penyebab hujan di Pasuruan ini akibat intensitas hujan yang tinggi,” katanya lewat keterangan yang diterima suarasurabaya.net.
Untuk menjangkau lokasi di Dusun Balongrejo, rombongan harus menggunakan perahu warga melintasi persawahan yang telah terendam banjir. Jalur perahu memang digunakan warga sebagai sarana aktivitas menuju ke luar dusun.
“Dibanding banjir-banjir sebelumnya, banjir ini memang yang paling besar,” ujar Wagiyono Kades Kedungringin didampingi Kasun setempat.
Kepada warga terdampak, dia mengimbau untuk mematikan aliran listrik yang terkena banjir untuk menghindari terjadinya konsleting dan sengatan listrik.
Sementara itu, HM Shobih Asrori Wabup Pasuruan mengatakan, banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi Selasa (24/3/2026) kemarin merupakan dampak dari cuaca ekstrem dan hujan dengan intensitas tinggi.
“Peninjauan yang kami lakukan ini sebagai bentuk perhatian pemerintah, baik dari provinsi maupun Kabupaten Pasuruan, untuk setidaknya bisa meringankan beban warga terdampak,” terangnya.
Dia juga berharap, ada kajian teknis untuk mengetahui secara pasti penyebab kejadian banjir di Beji, karena setiap tahun selalu banjir.
“Banjir yang terjadi saat ini menjadi yang terbesar dibanding banjir-banjir sebelumnya,” tegasnya.
Sebagai bentuk perhatian dan pelayanan kepada warga terdampak, saat ini telah dibentuk shelter dapur umum di tiga lokasi, yakni, di Kecamatan Rejoso, Winongan dan Bangil.
Selain di tiga kecamatan tersebut, banjir yang melanda Kabupaten Pasuruan juga terjadi di Kecamatan Beji, Grati, Gondangwetan, Gempol dan Kecamatan Pohjentrek.(ris/rid)




