JAKARTA, KOMPAS.com - Keluarga Ermanto Usman menyoroti sejumlah kejanggalan dalam kasus kematian karyawan JICT tersebut.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah tidak ditemukannya kerusakan pada rumah Ermanto yang disebut sempat dimasuki pelaku.
Hal itu disampaikan pihak keluarga melalui kuasa hukum mereka, Erles Rareal, kepada wartawan usai melaporkan kasus tersebut ke Mapolda Metro Jaya, Rabu (25/3/2026).
“Kami melihat bagian-bagian mana yang sekiranya dimasuki pelaku. Nyatanya tidak ada satu pun yang dirusak pelaku,” ungkap Erles.
Baca juga: Keluarga Ermanto Usman Lapor Dugaan Pembunuhan Berencana, Didampingi Dharma Pongrekun
Selain itu, pelaku yang diidentifikasi polisi sebagai pria bernama Sudirman (26) disebut justru meninggalkan satu barang bukti di lokasi kejadian.
Atas dasar itu, pihak keluarga yang diwakili kakak korban, Dalsaf Usman, melaporkan kasus tersebut dengan dugaan pembunuhan berencana pada hari yang sama.
Selain Erles, Dharma Pongrekun juga tergabung dalam tim kuasa hukum korban dan keluarga.
Mereka mendorong penyidik untuk mengungkap fakta secara menyeluruh, khususnya terkait dugaan pembunuhan berencana.
Baca juga: Di Balik Tewasnya Aktivis Buruh Ermanto Usman, Keluarga Ungkap 7 Kejanggalan
Dharma bahkan meminta agar penyidik memulai kembali penyelidikan dari awal untuk memastikan tidak ada fakta yang terlewat.
“Kami berharap dengan laporan ini keadilan yang diharapkan keluarga bisa dibukakan. Tanpa kami berpikir siapa di balik itu semua, kami ingin mulai dari titik nol lagi,” ujarnya.
Sebelumnya, polisi mengungkap bahwa pelaku menggunakan senjata linggis untuk membunuh Ermanto serta melukai istrinya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanudin, menyebut linggis dan gunting digunakan pelaku untuk membobol jendela sebagai akses masuk.
“Terdapat satu buah linggis yang digunakan oleh tersangka untuk mencongkel jendela. Linggis ini juga digunakan untuk memukul kepala korban,” kata Iman dalam konferensi pers, Rabu (11/3/2026).
Baca juga: Misteri Pembunuhan Pensiunan JICT Ermanto Usman Terkuak: Pencuri Panik, Linggis Bertindak
Ermanto dan istrinya, Pasmilawati (60), menjadi korban perampokan disertai penganiayaan pada Senin (2/3/2026).
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, menyebut dugaan sementara mengarah pada tindak perampokan.
Saat ditemukan, Ermanto berada di atas kasur dalam kondisi bersimbah darah, sementara Pasmilawati tergeletak di lantai kamar.
Ermanto meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan istrinya mengalami luka serius dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Hasil pemeriksaan awal medis menunjukkan keduanya mengalami luka akibat pukulan benda tumpul di bagian belakang kepala.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




