Penulis: Alfin
TVRINews, Jakarta
Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjaga sumber daya alam sebagai aset strategis sekaligus mengoptimalkannya demi kemandirian nasional. Arah kebijakan mencakup percepatan hilirisasi serta penguatan sektor energi.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan arahan tersebut usai rapat terbatas di kediaman Presiden di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu malam.
"Bapak Presiden memerintahkan kepada saya untuk bagaimana memperhatikan kepentingan negara, prioritas di atas segala-galanya dan kita menjaga sumber daya alam kita. Sumber daya alam kita ini merupakan aset negara dan karena itu bahkan Bapak Presiden tadi juga memerintahkan untuk mencari sumber-sumber pendapatan di sektor mineral yang selama ini belum adil bagi negara," ujar Bahlil dalam pernyataan resmi diterima di Jakarta, Rabu, 25 Maret 2026.
Pemerintah menargetkan hilirisasi berjalan optimal, transisi energi terus maju, serta produksi komoditas energi tetap seimbang dengan kebutuhan pasar. Upaya juga diarahkan agar harga komoditas tetap kompetitif tanpa mengorbankan kepentingan nasional.
Menurut Bahlil, kebijakan terintegrasi mulai dari hilirisasi industri, penguatan energi domestik, hingga tata kelola sumber daya alam yang berdaulat diharapkan memperkuat struktur ekonomi nasional agar lebih mandiri dan berdaya saing global.
Program hilirisasi menjadi prioritas. Dari 20 proyek tahap pertama, sebagian telah memasuki tahap peletakan batu pertama, sementara sisanya dijadwalkan mulai bulan depan.
"Kemudian kita tambah lagi ada 13 item hilirisasi yang total investasinya sekitar Rp239 triliun dan akan kita bahas finalisasi," ujar Bahlil.
Selain itu, pemerintah mendorong pengembangan energi alternatif untuk memperkuat ketahanan dan swasembada energi. Potensi energi domestik seperti etanol dan biodiesel berbasis crude palm oil (CPO) terus dioptimalkan, seiring percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan.
"Bapak Presiden memerintahkan untuk mengoptimalkan seluruh potensi-potensi energi yang ada di kita, baik itu etanol, baik itu biodiesel dari CPO-CPO, termasuk kita bagaimana mendorong agar transisi energi lewat energi baru terbarukan juga kita bisa kita lakukan," katanya.
Bahlil juga melaporkan kondisi harga komoditas energi dan mineral, khususnya batu bara dan nikel. Hingga kini belum ada perubahan kebijakan terkait pengelolaan kedua komoditas tersebut, sementara pemerintah terus memantau dinamika pasar global.
"Andaikan pun kalau harganya stabil terus, bagus, kita akan bagaimana membuat relaksasi, tapi terukur terhadap perencanaan produksi. Jadi, semuanya masih dalam batas-batas koordinasi dengan pasar, kemudian kebutuhan supply and demand. Yang penting adalah kita inginkan harganya bagus terus, kita doakan harga batu bara bagus, harga nikel bagus, kemudian kita akan bagaimana melakukan relaksasi terukur," jelas Bahlil.
Editor: Redaksi TVRINews





