Amerika Ajukan 15 Syarat Damai, Iran Balas 5 Tuntutan Keras

viva.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Ketegangan di Timur Tengah belum menunjukkan tanda mereda meski upaya diplomasi terus digencarkan. Di tengah konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat, kedua negara kini justru terlibat dalam “perang syarat” yang memperlihatkan betapa lebarnya jurang perbedaan di antara mereka.

Pemerintahan Donald Trump dilaporkan telah mengirimkan proposal damai berisi 15 poin kepada Teheran melalui jalur tidak langsung, termasuk lewat Pakistan. Proposal ini digadang-gadang sebagai upaya serius Washington untuk mengakhiri konflik yang telah mengguncang stabilitas kawasan dan memicu lonjakan harga energi global. Namun, respons Iran menunjukkan bahwa jalan menuju kesepakatan masih terjal.

Baca Juga :
Putra Mahkota Saudi Tekan Trump Terus Gempur Iran, Ada Agenda Terselubung?
Harga Minyak Bisa Tembus Rp2,5 Juta per Barel, Dunia Terancam Resesi!
Proposal 15 Poin AS: Nuklir hingga Selat Hormuz

Sejumlah laporan media internasional mengungkap isi utama proposal tersebut. Dalam laporan The Washington Post, Amerika Serikat meminta Iran untuk membongkar stok uranium yang diperkaya, menghentikan seluruh aktivitas pengayaan, serta membatasi program rudal balistiknya.

Tak hanya itu, Teheran juga diminta menghentikan dukungan terhadap kelompok-kelompok sekutu di kawasan seperti Hezbollah, Houthi, dan Hamas, itu merupakan isu yang selama ini menjadi perhatian utama Washington.

Laporan Reuters juga menyebut proposal tersebut mencakup pemindahan uranium yang telah diperkaya keluar dari Iran, serta penghentian dukungan terhadap jaringan proksi regional.

Sebagai imbalannya, Amerika Serikat menawarkan pelonggaran sanksi hingga kerja sama nuklir sipil. Bahkan, ada wacana gencatan senjata sementara selama 30 hari untuk membuka ruang negosiasi lebih lanjut.

Presiden Donald Trump sendiri mengklaim bahwa kedua pihak telah mencapai “kemajuan besar” dalam pembicaraan, meski Iran secara terbuka membantah adanya negosiasi langsung.

Iran: AS Bernegosiasi dengan dirinya sendiri

Alih-alih menyambut, Iran justru menilai proposal tersebut terlalu berat. Seorang sumber diplomatik dalam laporan Al Jazeera menyebut rencana 15 poin itu sebagai “maksimalis dan tidak masuk akal”, sehingga Teheran keberatan terhadap tuntutan Washington itu.

Bahkan, pernyataan keras juga datang dari militer Iran. Juru bicara militer Ebrahim Zolfaqari secara terbuka mengejek Amerika Serikat dengan menyebut Washington seolah “bernegosiasi dengan dirinya sendiri.” Sindiran ini menggambarkan rendahnya kepercayaan Iran terhadap proses diplomasi yang sedang berlangsung, terutama setelah konflik militer tetap berlanjut di lapangan.

Baca Juga :
Hadapi Dampak Ekonomi Konflik Timteng, Korea Selatan Bikin Badan Khusus
Iran Ungkap Syarat Mutlak Mau Negosiasi dengan AS
AS dan Iran Disebut Bakal Berunding di Pakistan Akhir Pekan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Putra Mahkota Saudi Tekan Trump Terus Gempur Iran, Ada Agenda Terselubung?
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Kasus Alfin di Bogor, Hilang Dua Pekan, Ditemukan Tewas Terkubur
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Harga BBM Meroket, GrabCab Ikut Naikkan Tarif Sementara Hingga Mei 2026
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
KPAI Imbau Orang Tua Atur Jadwal Arus Balik agar Anak Tidak Kelelahan Jelang Masuk Sekolah
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Rico Waas Pimpin Apel Pasca Idul Fitri 1447 H, Ajak ASN 'Tancap Gas' Bangun Kota dan Tingkatan Pelayanan
• 23 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.