Kakorlantas: Fatalitas Korban Kecelakaan Turun 30,89 Persen Dibandingkan Mudik Tahun Lalu

kompas.com
14 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho mengungkapkan, angka fatalitas korban kecelakaan turun hingga 30,89 persen dibandingkan periode mudik tahun sebelumnya.

“Operasi Ketupat salah satu indikatornya adalah kecelakaan. Kecelakaan lalu lintas turun di fatalitas korban adalah 30,89 persen. Saya ulangi fatalitas korban kecelakaan turun 30,89 persen," kata Kakorlantas, dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).

Tidak hanya itu, jumlah peristiwa kecelakaan lalu lintas juga disebut mengalami penurunan sebesar 5,75 persen.

Baca juga: Operasi Ketupat 2026 Selesai, Kapolri Perpanjang Pengamanan 3-4 Hari ke Depan

Menurut Agus, capaian ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, termasuk kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.

“Ini tentunya berkat media untuk bisa menyampaikan informasi ke masyarakat dan tentunya juga masyarakat sudah patuh berlalu lintas dan kami berada di lapangan baik itu di pos pengamanan, pos pelayanan termasuk juga inovasi-inovasi teknologi termasuk juga inovasi-inovasi pelayanan terhadap duta-duta pemudik dan arus balik," ungkap dia.

Agus menyampaikan, pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 secara resmi telah ditutup pada Selasa (25/3/2026) pukul 24.00, berdasarkan telegram rahasia (TR) dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Meski operasi berakhir, Polri tetap melanjutkan pengamanan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).

Baca juga: Polri Catat 1.288 Kasus Kejahatan di Hari Ke-13 Operasi Ketupat 2026

Seluruh personel disebut masih bersiaga di lapangan untuk mengantisipasi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk potensi arus balik gelombang kedua.

“Semua anggota masih berada di lapangan untuk mengantisipasi harkamtibmas termasuk juga arus balik yang kedua," ungkap dia.

Dalam pelaksanaannya, Operasi Ketupat mencakup lima klaster pengamanan utama.

Pertama, jalur arteri yang hingga kini masih dipadati aktivitas masyarakat, terutama di kota-kota besar seperti Bandung, Bali, dan Malang Raya.

Kedua, jalan tol yang menjadi fokus utama pergerakan kendaraan antardaerah.

Agus menyebut, total kendaraan yang keluar dari Jakarta selama arus mudik mencapai sekitar 3,5 juta unit, dengan proyeksi kendaraan kembali sebanyak 3,4 juta unit.

Baca juga: Hari Kedelapan Operasi Ketupat 2026: 90 Kecelakaan, 1 Orang Meninggal

Ketiga, simpul transportasi seperti pelabuhan penyeberangan, bandara, stasiun, dan terminal.

Keempat, tempat ibadah selama rangkaian Idul Fitri dan Nyepi yang berlangsung aman dan kondusif.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kelima, kawasan wisata yang hingga kini masih dipadati masyarakat yang bersilaturahmi di kampung halaman.

“Dari sisi harkamtibmas tidak ada peristiwa yang menonjol," tutur Agus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Ingin Lebanon Masuk Radar Negosiasi Damai Amerika Serikat
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Mensos: Pasca-Lebaran Momentum Tingkatkan Program dan Layanan Sosial
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Kesepakatan Inggris-Prancis picu kenaikan kematian migran
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Kemensos Salurkan Bantuan Logistik buat Korban Terdampak Banjir di Pasuruan
• 21 jam laludetik.com
thumb
200 Ribu Lebih Kendaraan Arus Balik Belum Melintas di Nagreg
• 21 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.