Iran dilaporkan tengah mengkaji proposal damai yang dikirimkan oleh Amerika Serikat. Namun pihaknya menegaskan bahwa proposal tersebut juga ikut menyertakan pihak dari Lebanon.
Dikutip dari Reuters, Iran menegaskan bahwa setiap proposal damai harus mencakup penghentian serangan hingga perlindungan bagi kelompok militer, poros perlawanan dan negara dari Iran.
Baca Juga: Gedung Putih: Trump Siap Hantam Iran Lebih Keras Jika Tak Mengaku Kalah dari Amerika Serikat
Selain itu, pihaknya kali ini juga menginginkan negosiasi damai kali ini mencakup kesepakatan penghentian operasi militer dari Israel di Lebanon. Hal ini menegaskan posisi pengaruh lintas kawasan dari Iran.
Adapun Amerika Serikat dalam proposalnya menginginkan penghentian aktivitas setiap proxy dari Iran. Israel di sisi lain juga enggan melakukan negosiasi dan menegaskan tak ada keterkaitan perang yang sedang berlangsung dengan konfliknya di Lebanon.
Diketahui, Teheran mengaitkan akhir perang tidak hanya dengan konflik dalam wilayahnya, tetapi juga dengan dinamika regional yang lebih luas. Lebanon dipilih berkaitan dengan salah satu kelompok pendukungnya, yakni Hezbollah.
Hezbollah dilaporkan telah menerima jaminan bahwa kepentingannya akan dimasukkan dalam kesepakatan yang dilakukan oleh Iran. Namun situasi kelompok itu sendiri semakin kompleks dengan pelucutan senjata hingga melemahnya pengaruh kelompok tersebut di Lebanon.
Permintaan Iran terkait dengan proposal damai kali ini berpotensi memperluas cakupan negosiasi, memperumit proses perdamaian, menghubungkan berbagai konflik regional menjadi satu paket guna mendamaikan wilayah dari Timur Tengah.
Baca Juga: Iran Kaji Proposal Damai Amerika Serikat, Begini Isinya...
Namun situasi saat ini menunjukkan bahwa meski jalur diplomasi mulai terbuka, perbedaan posisi masih sangat besar. Perbedaan pandangan ketiga negara akan menjadi tantangan besar untuk kesepakatan damai guna mengakhiri perang di Timur Tengah.




