Jumlah kematian anak muda di daratan Tiongkok disebut mengejutkan, namun karena ditutupi oleh otoritas, hal ini tidak banyak diketahui dunia luar. Baru-baru ini, data dari sebuah rumah duka di kota kecil menunjukkan bahwa sebagian besar yang meninggal adalah anak muda, membuat warganet terkejut dan merasa ngeri.
EtIndonesia. Pada 22 Maret, seorang pengguna internet dengan alamat IP dari Sichuan mengunggah postingan yang mengungkapkan bahwa temannya sejak awal tahun ini bekerja di sebuah rumah duka di kota kecil. Menurut penuturan temannya, angka-angka yang ditampilkan di layar besar yang memuat informasi almarhum di dalam rumah duka tersebut sangat mengerikan.
Dalam postingannya, pengguna tersebut menulis:
“Baru awal tahun 2026, tapi setiap hari melihat data seperti ini benar-benar menakutkan. Ini hanya sebuah kota kecil tempat teman saya bekerja. Setelah melihat ini, apa lagi yang perlu direbutkan atau dipikirkan berlebihan? Setiap orang datang ke dunia ini dengan tangan kosong, dan pergi juga tanpa membawa apa-apa. Hanya saat sehat dan bahagia, dunia ini benar-benar milikmu—yang lainnya hanyalah seperti awan yang berlalu.”
Di bawah postingan tersebut terdapat “pengumuman pemakaman” dari rumah duka itu, yang memuat daftar panjang nama-nama orang yang meninggal dunia serta usia mereka. Daftar ini mengungkap fakta yang keras: sebagian besar yang meninggal adalah anak muda. Salah satu gambar menunjukkan daftar 18 Maret 2026, di mana dalam waktu hanya satu jam terdapat 7 jenazah yang diberangkatkan untuk pemakaman, dengan usia tertua 90 tahun dan yang termuda hanya 17 tahun.
Dalam daftar lain tertanggal 24 Februari, usia tertua hanya 45 tahun dan yang termuda 15 tahun, sementara lainnya termasuk usia 18, 25, 28, dan 30 tahun.
(Tangkapan layar dari internet)Menanggapi hal ini, beberapa warganet berkomentar:
“Ini bukan rumah sakit besar di kota-kota seperti Beijing, Shanghai, Guangzhou, atau Shenzhen yang penuh pasien karena begadang—ini hanya kota kecil biasa!”
“Apa masih mau menaikkan usia pensiun?”
Ada juga yang mengatakan: “Ini cuma kumpulan kasus individual dalam jumlah besar.”
Sejak pandemi COVID-19, di daratan Tiongkok terus bermunculan laporan tentang banyaknya kasus kematian mendadak di kalangan anak muda. Pada 24 Maret, sebuah perusahaan pendidikan di Suzhou mengumumkan bahwa seorang tokoh pendidikan internet terkenal, Zhang Xuefeng, meninggal akibat henti jantung mendadak pada usia 41 tahun.
ScreenshotMenurut data publik, sejak Januari hingga Februari tahun ini, sejumlah pengacara muda juga meninggal secara beruntun: pada 27 Februari, pengacara Xu Xuehan dari Nanjing meninggal dunia pada usia 36 tahun; 25 Februari, pengacara Chen Weiwei dari Shanghai meninggal pada usia 43 tahun; 6 Februari, pengacara Sun Tao dari firma hukum Longan (Nanjing) meninggal secara mendadak pada usia 35 tahun; 2 Januari, pengacara Su Ze dari Zhejiang meninggal pada usia 36 tahun; dan 18 Januari, pengacara Yan Yafeng dari Shanghai meninggal karena penyakit mendadak pada usia 48 tahun.
ScreenshotPada Januari lalu, warga daratan Tiongkok mengungkapkan kepada NTDTV bahwa menjelang Tahun Baru Imlek, wabah kembali mencapai puncak di Tiongkok. Rumah sakit dan klinik penuh sesak, namun informasi tersebut ditutupi oleh otoritas.
ScreenshotWarga di berbagai daerah serta pelaku industri pemakaman juga menyebutkan bahwa banyak lansia meninggal, dan kasus kematian mendadak di kalangan anak muda juga meningkat. Industri pemakaman dan krematorium sangat sibuk, bahkan beberapa rumah duka terus merekrut tenaga kerja tambahan.
Laporan disusun oleh reporter Li Li / Editor: Lin Qing





