MATA uang Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas pada perdagangan Kamis, 26 Maret 2026.
Berdasarkan data penutupan pasar spot sebelumnya, Rupiah berada di level Rp16.911 per Dolar AS, melemah tipis 0,08% akibat ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang masih membayangi pasar keuangan global.
Faktor Utama Penekan Rupiah 26 Maret 2026Analis mata uang memproyeksikan pergerakan Rupiah hari ini akan berada pada rentang Rp16.850 hingga Rp16.950 per Dolar AS. Beberapa sentimen utama yang memengaruhi antara lain:
Baca juga : Nilai Tukar Rupiah 20 Maret 2026: Bayang-bayang Rp17.000 di Tengah Libur Lebaran
- Konflik Timur Tengah: Penutupan Selat Hormuz yang memicu kenaikan harga minyak mentah dunia (WTI) ke level US$88 per barel membuat investor cenderung beralih ke aset aman (safe-haven) seperti Dolar AS.
- Kebijakan Suku Bunga AS: Sinyal dari bank sentral AS (The Fed) yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama terus memberikan tekanan bagi mata uang negara berkembang.
- Intervensi Bank Indonesia: BI diperkirakan akan terus melakukan langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) guna menjaga volatilitas agar tidak menembus level psikologis Rp17.000.
Sejalan dengan ketidakpastian pasar, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini, Kamis (26/3/2026), terpantau bertahan di level tinggi. Harga emas Antam ukuran 1 gram tercatat berada di kisaran Rp2.850.000 per gram. Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) berada di level Rp2.507.000 per gram.
Mata Uang Simbol Kurs Jual (Estimasi) Kurs Beli (Estimasi) Dolar Amerika Serikat USD Rp16.985 Rp16.815 Euro EUR Rp19.450 Rp19.250 Dolar Singapura SGD Rp13.280 Rp13.140 Yen Jepang (100) JPY Rp10.650 Rp10.540 Rekomendasi untuk Pelaku UsahaBagi masyarakat dan pelaku usaha yang memiliki eksposur terhadap valuta asing, disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar yang masih tinggi. Melakukan lindung nilai (hedging) bisa menjadi opsi bijak di tengah fluktuasi harga energi global dan ketegangan geopolitik yang belum mereda.
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.





