JAKARTA, DISWAY.ID - Kasus penahanan jurnalis olahraga asal Meksiko, Julio Ibanez akhirnya mulai menemui titik terang setelah sempat diselimuti ketidakpastian selama beberapa hari.
Reporter yang dikenal dengan julukan 'El Profe' itu bersama seorang produser dilaporkan ditangkap oleh aparat keamanan di Afrika Selatan saat menjalankan tugas peliputan.
Berdasarkan informasi yang diungkap oleh Carlos Ponce de León dalam program “Los Informantes” di media olahraga RÉCORD, penangkapan tersebut bukan terkait masalah imigrasi seperti yang sempat beredar.
Julio Ibanez diduga melanggar aturan keamanan setempat setelah menerbangkan drone di zona yang dilarang.
Aktivitas tersebut dianggap sebagai pelanggaran serius oleh otoritas setempat.
BACA JUGA:5 Laptop Terbaik Lebaran 2026 Harga Rp5–9 Jutaan, Spek Kencang Terjangkau Buat Mahasiswa
Situasi penangkapan bahkan terjadi secara mendadak. Aparat disebut langsung melakukan penggerebekan tanpa pemberitahuan sebelumnya, termasuk memasuki area tempat jurnalis tersebut bekerja.
“Pihak berwenang mendapatkan laporan adanya aktivitas di area terlarang. Mereka kemudian menyelidiki dan langsung melakukan penangkapan,” ungkap Ponce de León.
Julio Ibanez Ditahan Selama Sepekan, Televisa Bayar JaminanSetelah insiden tersebut dikonfirmasi, perusahaan media Televisa segera bergerak cepat untuk membantu kedua stafnya.
Televisa berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Meksiko guna mempercepat proses hukum.
Upaya ini membuahkan hasil setelah pembayaran uang jaminan dilakukan.
Julio Ibanez dan produsernya akhirnya dibebaskan setelah menjalani masa penahanan selama tujuh hari.
BACA JUGA:Kronologi Kebocoran Data Fans Ajax, dari Celah Sistem hingga Risiko Manipulasi Tiket
Julio Ibanez Masih Wajib Tinggal di Afrika SelatanMeski telah keluar dari tahanan, proses hukum terhadap Julio Ibáñez belum sepenuhnya selesai.
Mengutip laporan dari El Pais, jurnalis Julio Ibanez tersebut masih diwajibkan berada di Afrika Selatan selama beberapa minggu ke depan.
- 1
- 2
- »





