Ibrahim Kholilul Rohman, Dosen Pascasarjana bidang Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (UI) memprediksi dua minggu setelah Idulfitri 1447 hijriah, daya beli masyarakat akan kembali normal atau menurun, ketimbang saat dan menjelang hari raya.
“Kalau pas lebaran, of course biasanya ada moderasi. Jadi ada satu kajian itu biasanya dua minggu sesudah lebaran itu konsumsi rumah tangga akan kembali ke titik normal, titik yang biasanya terjadi,” kata Ibrahim kepada suarasurabaya.net, Rabu (25/3/2026).
Menurutnya ini fenomena yang biasa, lantaran keuangan masyarakat pascalebaran akan menipis, lantaran sudah digunakan untuk merayakan Idulfitri.
“Seminggu sesudah lebaran itu titik atas siklusnya. Tapi kalau duitnya sudah tidak ada, gak mungkin digenjot dari sisi itu,” ujarnya.
Meski konsumsi menurun, Ibrahim mengatakan fenomena mudik mampu mengerek perekonomian Indonesia. Bahkan dampaknya merata di seluruh wilayah Indonesia.
“PDB Indonesia itu dibangun 50 persen ke atas lebih dari 50 persen itu dari konsumsi rumah tangga. Bahkan dulu sempat 58 persen ya sekarang mungkin tinggal 53 (persen). Artinya, momen seperti ini memang momen yang paling ditunggu-tunggu karena pasti konsumsi rumah tangga akan meningkat,” ujarnya.
Ibrahim memprediksi efek mudik bisa dilihat dari data pertumbuhan ekonomi Kuartal I atau Kuartal II, yang diprediksi akan naik.
“Jadi satu ke dua, itu pasti menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, yang paling ditunggu-tunggu. Karena spending masyarakatnya meningkat. Jadi, secara umum kondisi ekonomi yang terutama karena dengan adanya mudik ini spending masyarakat bergeser, dari kota-kota besar ke kota-kota peripheral (pinggiran),” pungkasnya.(lea/ipg)




