BlackRock Peringatkan Ancaman Resesi Global Jika Iran Tetap Jadi Ancaman di Timur Tengah

wartaekonomi.co.id
8 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

BlackRock memperingatkan bahwa resesi global bukan tidak mungkin terjadi jika harga minyak tetap tinggi dan masih terdapat ancaman dari Iran di Timur Tengah. Hal ini menyusul proposal damai yang diajukan oleh Amerika Serikat.

Dikutip dari British Broadcasting Corporation (BBC), Chief Executive Officer (CEO) BlackRock, Larry Fink mengatakan bahwa jika konflik mereda, risiko terhadap jalur perdagangan dan keamanan energi tetap tinggi jika tak ada tindakan terhadap manuver dari Iran di Selat Hormuz.

Baca Juga: Taiwan Waspadai China Manfaatkan Perang Amerika Serikat dan Iran

Ia menilai ancaman terhadap jalur vital pelayaran kapal tanker energi tersebut dapat membuat harga minyak bertahan lama di atas level dari US$100 hingga US$150. Menurutnya, skenario tersebut akan membawa dampak besar terhadap perekonomian global.

Fink menegaskan bahwa lonjakan harga energi ke level tersebut hampir pasti akan mendorong dunia ke dalam resesi, mengingat efek berantai terhadap inflasi, daya beli dan pertumbuhan ekonomi.

Adapun harga minyak sendiri telah bergerak sangat volatil sejak dimulainya perang antara Amerika Serikat, Israel dan Iran. Konflik tersebut mengganggu jalur distribusi energi global, khususnya melalui Selat Hormuz.

International Energy Agency bahkan menyebut gangguan yang terjadi sebagai yang terbesar dalam sejarah, mencerminkan skala dampak terhadap pasar energi global.

Adapun Amerika Serikat baru-baru ini menyebut bahwa pembicaraan negosiasi damai masih berlangsung dengan Iran. Washington menyebut bahwa pembicaraan bersifat produktif dan  bisa berujung kesepakatan dengan Teheran.

Menurut laporan, proposal ini sendiri berisi lima belas poin yang telah diajukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurut laporan, proposal terkait menekankan pentingnya penghentian pengembangan teknologi nuklir oleh Iran.

Trump ingin negara tersebut untuk menghancurkan stok uranium yang diperkaya tinggi dan menghentikan program pengayaan uranium. Iran juga diminta untuk membatasi program rudal balistik dan menghentikan dukungan mereka terhadap sekutu regional di Timur Tengah.

Iran sendiri dilaporkan masih meninjau proposal untuk mengakhiri konflik dengan Israel dan Amerika Serikat. Sebelumnya, Teheran memberikan respons yang negatif dan menyatakan tidak ada negosiasi dengan Washington.

Laporan terkait sempat membuat harga minyak turun, namun ketidakpastian yang tinggi membuat pasar masih sensitif terhadap setiap perkembangan geopolitik, terutama terkait potensi eskalasi lanjutan.

Baca Juga: Iran Ingin Lebanon Masuk Radar Negosiasi Damai Amerika Serikat

Peringatan BlackRock sendiri menegaskan bahwa dampak konflik tidak hanya terbatas pada kawasan tersebut, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi global dalam jangka panjang, terutama jika gangguan terhadap pasokan energi terus berlanjut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekonom Minta Pemerintah Prioritaskan Peningkatan Kapasitas Penyimpanan Minyak
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
TPA Sarimukti Kembali Beroperasi untuk Tangani Sampah Pascalebaran
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Menteri Keuangan Purbaya Pastikan Belum Ada Rencana Kenaikan Harga BBM Subsidi
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Iran Akan Akhiri Perang Setelah Ada Jaminan Tak Akan Terulang Lagi
• 5 jam laludetik.com
thumb
Dokter di Gayo Lues Tewas di Rumah: Tangan Terikat di Kasur, Pelaku Tetangga
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.