Lebaran memang identik dengan beragam hidangan istimewa yang melimpah. Biasanya, setelah perayaan selesai, tak jarang sisa makanan pun masih tersisa di meja makan.
Bahkan, tak sedikit orang memilih menghangatkan makanan tersebut untuk menikmatinya kembali. Tapi pertanyaannya apakah aman memanaskan kembali makanan Lebaran? Apalagi makanan Lebaran banyak yang bersantan.
Dietisien Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin Bandung, Yesi Herawati, mengatakan makanan sisa Lebaran seperti opor ayam atau rendang daging sapi masih bisa dikonsumsi hingga hari ketiga Lebaran, asal disimpan dengan benar dan dipanaskan kembali dengan cara yang tepat.
Menurut dia, masakan bersantan memang lebih rentan terhadap penurunan kualitas ketika dipanaskan ulang. Untuk itu, Yesi menyarankan agar makanan seperti opor ayam atau rendang dipanaskan hingga suhu 70 derajat celsius selama dua menit, 75 derajat celsius selama 30 detik, atau 80 derajat celsius selama 6 detik.
"Pastikan suhu panas terdistribusi merata hingga ke bagian dalam makanan, bukan hanya di permukaan," katanya seperti dikutip dari Antara, Rabu (25/3).
Untuk makanan berkuah, Yesi mengatakan, kamu bisa merebusnya kembali hingga mendidih. Sementara untuk makanan tanpa kuah, kamu bisa memanaskannya dengan cara ditumis, dikukus, atau menggunakan alat seperti oven, microwave, atau air fryer.
Namun, meskipun memanaskan makanan sisa aman dilakukan, ada baiknya menghindari memanaskan makanan berulang kali. Selain merusak tekstur dan rasa, Yesi bilang, pemanasan berulang juga dapat memengaruhi kandungan gizi makanan dan bahkan berisiko bagi kesehatan.
"Makanan bersantan bila dihangatkan berkali-kali akan menghasilkan radikal bebas dan lemak trans yang berbahaya terhadap kesehatan," katanya.
Selain itu, memanaskan makanan secara berulang juga bisa menyebabkan keracunan makanan jika suhu dan durasi pemanasan tidak tepat. “Bakteri dapat berkembang cepat pada suhu antara 4 sampai 60 derajat celsius," tambahnya.
Yesi mengingatkan agar berhati-hati saat memanaskan makanan yang mengandung sayuran hijau. Sebab, sayuran hijau mengandung nitrat yang bisa berbahaya jika dipanaskan berulang kali. Proses pemanasan ini dapat mengubah nitrat menjadi zat karsinogenik, yang memicu risiko kanker.
Menurut dia, agar makanan tetap aman untuk dikonsumsi di lain waktu, ia menyarankan agar makanan dibagi dalam porsi kecil dan disimpan dalam wadah tertutup rapat di dalam lemari pendingin. Sisa makanan yang disimpan di dalam kontainer tertutup dapat bertahan selama 3 hingga 4 hari di dalam chiller, atau hingga 3-4 bulan jika dibekukan dalam freezer.
Namun, perlu diingat bahwa makanan yang terlalu lama disimpan dalam lemari pendingin dapat kehilangan kelembapan dan rasa, meskipun masih aman untuk dikonsumsi.





